TVRINews - Lisbon
Kekalahan Keempat dalam Lima Laga Terakhir Pertegas Krisis Performa Juara Bertahan Liga Skotlandia di Panggung Eropa.
Benfica memperpanjang catatan buruk Celtic di kompetisi antarklub Eropa setelah mengamankan kemenangan telak 4-1 dalam lanjutan fase grup Liga Europa di Stadion da Luz, Lisbon Kamis 15 Oktober 2026.
Kekalahan ini menjadi yang keempat bagi klub raksasa Skotlandia tersebut dalam lima pertandingan terakhir di semua ajang.
Tuan rumah membungkus kemenangan berkat dua gol dari penyerang asal Kolombia Jhon Durán, serta sumbangan gol dari Alexander Bah dan pemain pengganti Vangelis Pavlidis. Sementara itu, Celtic hanya mampu mencetak satu gol balasan hiburan melalui sundulan Camilo Durán pada babak kedua.
Dominasi Tuan Rumah Sejak Awal Laga
Benfica langsung membuka keunggulan saat laga baru berjalan lima menit. Pelanggaran bek muda Dane Murray terhadap Jhon Durán di dalam kotak penalti berbuah hukuman tembakan 12 pas, yang dieksekusi dengan tenang oleh eks penyerang Aston Villa tersebut untuk menaklukkan kiper Celtic, Viljami Sinisalo.
Kelemahan lini pertahanan skuad asuhan Martin O'Neill kembali terekspos ketika Alexander Bah memanfaatkan kelengahan Sebastian Tounekti untuk mencetak gol kedua.
Tak lama berselang, Jhon Durán mencatatkan gol keduanya malam itu lewat tembakan dari sudut sempit usai menerima umpan terobosan Prestianni, menutup babak pertama dengan keunggulan dominan 3-0 bagi wakil Portugal.
Statistik pertandingan memperlihatkan dominasi mutlak Benfica yang melepaskan total 26 tembakan sepanjang laga, dengan 21 di antaranya tercipta di dalam area penalti Celtic.
Respon Babak Kedua dan Gol Penutup
Memasuki babak kedua, O'Neill melakukan perombakan dengan menarik keluar penyerang mahal Kasper Høgh dan Tounekti untuk memasukkan Haissem Hassan serta Callum Osmand. Perubahan taktik ini memberikan dampak positif secara instan.
Hassan memberikan kontribusi langsung lewat umpan silang yang diselesaikan dengan tandukan berani oleh Camilo Durán pada menit awal babak kedua. Celtic sempat mengancam untuk menambah gol melalui tembakan keras Durán yang membentur tiang gawang serta peluang emas Osmand yang berhasil digagalkan kiper Anatoliy Trubin.
Namun, Benfica memastikan kemenangan penuh menjelang laga usai setelah Vangelis Pavlidis memanfaatkan kelengahan barisan belakang lawan untuk mencetak gol keempat tuan rumah.
Hasil ini menempatkan Benfica di peringkat ketiga klasemen sementara dengan dua kemenangan beruntun, sedangkan Celtic terpuruk di posisi ke-34 dari 36 kontestan setelah menelan dua kekalahan beruntun di Liga Europa.
Usai pertandingan, manajer Celtic, Martin O'Neill, mengapresiasi kebangkitan anak asuhnya di paruh kedua meski harus menerima hasil akhir yang mengecewakan.
"Hal terakhir yang Anda inginkan adalah kebobolan di menit-menit awal. Kami bisa saja terpuruk sepenuhnya, tetapi saya menilai performa babak kedua sangat luar biasa. Kami mampu menciptakan serangkaian peluang," ujar O'Neill.
"Performa di babak kedua memberi saya keyakinan kuat. Saya percaya kami masih memiliki peluang untuk lolos ke babak berikutnya. Masuknya para pemain pengganti memberikan dampak besar, terutama dari sektor sayap yang tampil lebih berani menerobos pertahanan lawan," tambahnya.
Celtic dijadwalkan kembali berlaga di Liga Utama Skotlandia menghadapi Hearts pada akhir pekan ini, sebelum melanjutkan perjuangan mereka di Liga Europa melawan wakil Spanyol, Celta Vigo.










