TVRINews, Ichinomiya
Sebanyak 15 atlet para bulu tangkis Indonesia langsung menjalani latihan di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, untuk mematangkan persiapan menghadapi Asian Para Games 2026.
Adaptasi venue menjadi salah satu fokus utama Merah Putih demi memenuhi target dua medali emas, dua perak, dan enam perunggu.
Koordinator Pelatih Para Bulu Tangkis Indonesia Jarot Hernowo mengatakan kondisi seluruh atlet dalam keadaan sehat setelah menempuh perjalanan dari Solo menuju Nagoya. Tim juga telah memanfaatkan kesempatan latihan sejak hari pertama kedatangan.
“Alhamdulillah kita sudah sampai dan kondisi atlet sehat semua. Dua kali kesempatan latihan sudah kita manfaatkan sejak hari pertama,” ujar Jarot dalam keterangan tertulis yang dikutip oleh tvrinews.com, Kamis, 15 Oktober 2026.
Jarot mengungkapkan para atlet tetap bersemangat menjalani latihan meski harus melewati perjalanan panjang dan proses pengurusan akomodasi. Ia juga menilai kondisi lapangan cukup mendukung persiapan tim.
“Dengan perjalanan yang ada, mereka sehat, semuanya oke. Tadi dengan semangatnya kita berangkat untuk latihan, dan kebetulan lapangannya juga enak,” kata Jarot.
Menurutnya, kendala utama yang dihadapi tim sejauh ini adalah jarak penginapan menuju arena pertandingan yang membutuhkan waktu perjalanan sekitar 45 menit. Meski demikian, kebutuhan atlet, termasuk konsumsi, tetap menjadi perhatian tim.
“Hanya jarak hotel ke venue saja yang di sini agak jauh, memakan waktu perjalanan 45 menit, tetapi aman semua. Makanan dan lain-lain kami jaga sedemikian rupa,” ucap Jarot.
Indonesia memasang target meraih 10 medali pada Asian Para Games 2026. Target tersebut terdiri atas dua emas, dua perak, dan enam perunggu. Pada edisi sebelumnya di Hangzhou, China, Indonesia berhasil mengoleksi 12 medali.
Jarot menyebut nomor ganda campuran dan ganda putri sebagai tumpuan utama untuk memenuhi target medali. Selain itu, Indonesia juga menyimpan harapan pada nomor ganda putra dengan klasifikasi baru yang untuk pertama kalinya dipertandingkan di Asian Para Games.
“Peluang kami masih di nomor utama kami, yaitu di mixed double, kemudian juga di ganda putri,” tutur Jarot.
Nomor ganda putra tersebut menggunakan klasifikasi SL3-SL5, berbeda dari klasifikasi sebelumnya, SL3-SU4. Jarot optimistis nomor baru ini bisa memberikan hasil positif karena menunjukkan performa menjanjikan dalam rangkaian uji coba.
“Kelas baru ini kebetulan dari empat kali try out, kita mendapatkan medali emas. Jadi harapan kami masih bisa bertahan sampai di sini,” ujar Jarot,
Secara keseluruhan, Jarot menilai persaingan di Asian Para Games 2026 berlangsung cukup merata. Ia tidak melihat satu negara yang mendominasi seluruh nomor, sehingga peluang Indonesia tetap terbuka.
“Kurang lebih sama. Ada enam kategori di sini, putra-putri, berarti 12 nomor tunggal. Itu pun persaingannya merata. Tidak ada dominasi satu negara untuk seluruh nomor,” kata Jarot
Meski demikian, India dan Malaysia menjadi dua negara yang paling diwaspadai karena memiliki kekuatan di sejumlah nomor unggulan Indonesia.
“Biasanya dari India dan Malaysia. Mereka kuat di nomor-nomor unggulan kami. Itu pesaing utama kami di situ,” ucap Jarot.
Di antara atlet yang memperkuat Indonesia, Subhan menjadi salah satu andalan yang membawa modal prestasi dari Asian Para Games edisi sebelumnya. Atlet klasifikasi short stature tersebut meraih dua medali di kategori SH6 pada Asian Para Games Hangzhou 2022, yakni satu emas dan satu perunggu.
Subhan mengatakan persiapannya untuk menghadapi kompetisi tahun ini telah mencapai sekitar 90 persen. Fokusnya kini adalah menjaga kebugaran sekaligus menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca di Jepang.
“Persiapan ini cukup lama, 90 persen persiapannya sudah cukup. Persiapannya untuk menjaga badan biar tetap fresh, menstabilkan diri dengan cuaca di sini, karena cuacanya beda,” ujar Subhan.
Subhan juga memberikan penilaian positif terhadap kondisi lapangan yang telah dicobanya. Menurut dia, lapangan terasa stabil dan tidak licin sehingga mendukung persiapannya menjelang pertandingan.
“Tadi kita coba semua lapangan, cukup enak. Stabil, tidak licin,” tutur Subhan.
Dengan bekal prestasi sebelumnya, Subhan bertekad mempertahankan gelar juara yang pernah diraihnya di China. Ia juga telah memetakan lawan terberat yang berpotensi menghalangi langkahnya, yakni wakil China.
“Kalau buat event ini, targetnya mempertahankan juara yang dulu di Cina. Mudah-mudahan bisa mempertahankan juara itu. Peta persaingannya nggak berubah. Yang terberat ya cuma Cina, nggak ada yang lain,” ujar Subhan.
Ia memperkirakan peluang bertemu kembali dengan rival lamanya cukup besar. Menurutnya, kedua pihak kemungkinan telah melakukan evaluasi dan perubahan dalam persiapan masing-masing.
“Kemungkinan terbesar bisa ketemu lagi. Kita sama saja, cuma pasti ada perubahan sedikit, entah dari kita atau lawannya, pasti ada perubahan,” kata Subhan.
Berangkat ke Jepang tanpa didampingi keluarga tidak mengurangi semangat Subhan. Ia mengaku tetap mendapat dukungan dan doa dari keluarga di Tanah Air sebagai bekal untuk berjuang.
“Keluarga cuma mendoakan yang terbaik untuk kita yang di sini, semua untuk berjuang,” tutur Subhan.
Di balik ambisinya mempertahankan gelar, Subhan juga membawa harapan pribadi yang ingin diwujudkannya melalui prestasi di arena.
Jika kembali meraih medali emas, ia berniat mempersembahkannya untuk sang ibu sekaligus mewujudkan keinginannya memberangkatkan sang ibu ke Tanah Suci.
“Buat Mama, saya mau berangkatkan Mama naik haji, sudah niatnya begitu,” ujar Subhan.










