TVRINews, Odense
Tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani melaju ke perempat final Denmark Open 2026 setelah mengalahkan wakil Taiwan, Huang Yu-Hsun, pada babak 16 besar di Arena Fyn, Odense, Kamis, 15 Oktober 2026.
Putri KW yang menempati unggulan kelima itu menang dua gim langsung dengan skor 21-19, 21-8. Hasil tersebut kembali membawanya ke perempat final turnamen level Super 750.
Ia mengaku senang bisa kembali mencapai babak delapan besar. Namun, dirinya menyadari tantangan yang dihadapi pada fase berikutnya akan semakin berat.
“Pastinya senang bisa sampai ke perempat final lagi di Super 750. Pasti tantangannya lebih berat juga, jadi lebih disiapkan lagi semuanya,” kata Putri KW dalam keterangan tertulis yang dikutip oleh tvrinews.com, Jumat, 16 Oktober 2026.
Pada gim pertama, Putri KW sempat tertinggal saat interval. Ia menilai Huang memiliki serangan berbahaya, terutama melalui jumping smash. Kondisi lapangan yang membuat Huang berada di posisi lebih menguntungkan untuk menyerang juga menjadi tantangan tersendiri.
“Saya sedikit khawatir sebenarnya, tetapi tadi berusaha lebih tenang untuk cepat menurunkan bola,” ujar Putri KW.
Memasuki gim kedua, Putri KW mampu mengambil kendali permainan. Huang beberapa kali melakukan kesalahan, termasuk pengembalian bola yang keluar, sehingga Putri dapat menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 21-8.
Di perempat final, Jumat, 16 Oktober 2026, Putri akan menghadapi unggulan kedua asal China, Wang Zhiyi. Putri bertekad tampil maksimal dan menjadikan pengalaman sebelumnya sebagai bekal untuk menghadapi laga tersebut.
“Besok bertemu Wang Zhiyi, saya pengen habis-habisan, pengen menang lagi dari dia karena sudah pernah merasakan caranya menang,” kata Putri KW.
Ia juga menegaskan pentingnya persiapan yang lebih matang, terutama dari sisi mental. Putri KW ingin belajar dari kekalahannya pada Asian Games sebelumnya agar dapat tampil lebih kuat saat menghadapi Wang.
“Lebih disiapkan, pikirannya harus lebih kuat lagi dan belajar dari kekalahan di Asian Games sebelumnya,” tutur Putri KW.










