TVRINews, Odense
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melaju ke babak 16 besar Denmark Open 2026 setelah menaklukkan wakil tuan rumah, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen, di Arena Fyn, Odense, Kamis, 15 Oktober 2026.
Fajar/Fikri yang berstatus unggulan ketiga menang dalam dua gim langsung dengan skor 24-22, 21-14. Kemenangan ini sekaligus menjadi pengalaman pertama mereka menghadapi pasangan Denmark tersebut sejak mulai berduet lebih dari satu tahun lalu.
Fajar mengaku pertandingan melawan Astrup/Rasmussen terasa istimewa karena berlangsung di hadapan pendukung tuan rumah. Namun, ia juga mengakui kecerdikan lawan, khususnya Astrup dalam menguasai permainan di depan net, sempat menyulitkan mereka.
“Sudah berpasangan dengan Fikri satu tahun lebih, tapi baru kali ini bertemu Astrup/Rasmussen dan terjadi di rumah mereka. Sebuah kehormatan bisa melawan mereka di depan pendukungnya sendiri,” ujar Fajar dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Kamis, 15 Oktober 2026.
“Pasangan Denmark adalah pasangan yang pintar, terutama Astrup dengan permainan net-nya. Kami cukup kewalahan tadi,” kata Fikri menambahkan.
Fajar/Fikri juga tidak ingin terbebani dengan hasil kurang maksimal yang dialami rekan-rekan mereka di sektor ganda putra. Sebaliknya, mereka memilih menjadikan situasi tersebut sebagai motivasi untuk terus melangkah jauh di turnamen ini.
Seperti, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Ishafani harus angkat koper lebih awal. Sementara, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin harus mundur dari turnamen karena cedera sikut.
“Sangat disayangkan memang teman-teman kami di ganda putra tidak bisa melaju ke babak selanjutnya, tapi kami tidak mau memikirkan itu terlalu jauh dan tidak mau menjadikan beban. Kami mau fokus saja ke depan,” kata Fajar.
Ia menegaskan keberhasilan sektor ganda putra Indonesia di Asian Games sebelumnya menjadi motivasi tambahan untuk menjaga performa dan terus berprestasi.
“Kami mau meneruskan euforia keberhasilan sektor kami di Asian Games kemarin. Kami tidak boleh lengah,” tutur Fajar.
Sementara, Fikri menyoroti pentingnya menjaga konsentrasi hingga pertandingan benar-benar berakhir. Meski sempat nyaman memimpin pada gim pertama, Fajar/Fikri harus menghadapi tekanan Astrup/Rasmussen hingga skor imbang dan memasuki adu setting.
“Namanya permainan, mau unggul berapa poin pun belum dipastikan menang. Tadi kami sudah nyaman di gim pertama, tapi sempat tersusul sampai adu setting,” ujar Fikri.
Menurut Fikri, pengalaman sebelumnya, terutama saat final beregu Asian Games, menjadi pelajaran penting agar mereka mampu mengatasi tekanan dan tidak mengulangi kesalahan serupa.
“Kami belajar dari pengalaman sebelumnya, terutama dari final beregu di Asian Games, bagaimana tidak terulang lagi. Jadi, kami terus berusaha dan alhamdulillah bisa membalikkan keadaan lagi,” ucap Fikri.
Pada babak 16 besar, Fajar/Fikri kembali menghadapi wakil tuan rumah, Christian Faust Kjaer/Rasmus Kjaer. Mereka perlu menjaga fokus dan konsistensi untuk melanjutkan langkah di turnamen BWF World Tour tersebut.










