TVRINews – Madrid, Spanyol
Ribuan pelayat padati desa Navahermosa dalam pemakaman haru striker Tenerife Jesús de Miguel yang meninggal akibat benturan di lapangan.
Ribuan pelayat memadati jalan-jalan sempit di Navahermosa, La Mancha, Spanyol, pada Kamis sore 5 November 2026 waktu setempat. Suasana duka yang mendalam menyelimuti upacara pemakaman penyerang Tenerife, Jesús de Miguel Alameda, atau yang akrab disapa "Demi", yang meninggal dunia di usia 30 tahun akibat insiden benturan fatal saat bertanding.
Prosesi penghormatan terakhir yang berlangsung dari rumah duka menuju Gereja Paroki San Miguel Arcángel tersebut diikuti oleh sanak keluarga, tokoh sepak bola, hingga perwakilan berbagai klub.
Meski Navahermosa merupakan desa kecil yang hanya berpenduduk 3.587 jiwa, kehadiran masyarakat dan komunitas olahraga nasional membuat wilayah tersebut dipenuhi pelayat yang memberikan penghormatan terakhir dalam keheningan.
(Foto: Pemakaman Jesús de Miguel dilangsungkan di kota Navahermosa, Spanyol, pada Kamis, 5 November 2026)
"Kami ingin berada dekat dengan kedua orang tuanya, istri, dan putrinya. Dalam momen penuh rasa sakit ini, sepak bola bersatu lebih erat dari sebelumnya," ujar Pelatih Tim Nasional Spanyol, Luis de la Fuente, di lokasi acara.
Peristiwa tragis ini bermula pada laga Segunda Division yang berlangsung Senin 2 November 2026 malam. De Miguel mengalami benturan keras di area lingkaran tengah lapangan saat mengejar bola bersama kiper Andorra, Jesús Owono.
Usai kejadian, tim medis segera memberikan pertolongan darurat di lapangan selama enam menit sebelum melarikannya ke Hospital Universitario de Nuestra Señora de Candelaria di Santa Cruz de Tenerife.
Pihak rumah sakit sempat mengonfirmasi bahwa kondisi sang pemain stabil dalam pemantauan ketat. Namun, kondisi neurologis De Miguel memburuk drastis pada dini hari, hingga akhirnya diumumkan meninggal dunia pada pukul 08.31 waktu setempat.
Hasil autopsi awal menunjukkan adanya trauma pada bagian dada (commotio cordis), kondisi langka akibat benturan keras yang terjadi pada masa mikro-detik tertentu dalam siklus detak jantung.
Tragedi ini memicu gelombang simpati yang luas di seluruh jagat sepak bola Spanyol dan Eropa. Pemegang saham utama Tenerife, Rayco García, bersama jajaran manajemen menyampaikan komitmen penuh untuk mendampingi serta menjamin masa depan keluarga yang ditinggalkan, khususnya sang istri, Maria, dan putri mereka yang masih berusia 16 bulan, Clara.
"Dia adalah seorang pekerja keras, buruh di lapangan hijau. Dia selalu aktif di persatuan pemain (AFE) dan banyak membantu saya. Dia adalah rekan tim yang luar biasa dan pribadi yang sangat baik," ungkap rekan setim De Miguel di Tenerife, Javi Alonso.
Perwakilan dari berbagai lembaga sepak bola dan klub ternama Spanyol termasuk Real Madrid, Atlético Madrid, Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), La Liga, serta pemilik klub Andorra, Gerard Piqué hadir langsung menembus desa Navahermosa untuk menyampaikan belasungkawa.
Sebagai bentuk penghormatan dan simpati atas musibah ini, La Liga memutuskan untuk menunda seluruh pertandingan yang melibatkan Tenerife, Andorra, dan mantan klub De Miguel, Castellón.
Sementara itu, penghormatan berupa pengheningan cipta (minute of silence) serta aksi solidariasi turut dilakukan dalam berbagai laga domestik maupun kompetisi Eropa.
Sebelum jenazah diantarkan menuju tempat peristirahatan terakhir, perwakilan keluarga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
"Dalam momen-momen sulit ini, kami ingin mengucapkan terima kasih yang terdalam atas semua ucapan, gestur, dan dukungan yang telah kami terima. Jesús meninggalkan kerinduan yang tak mungkin tergantikan, namun ia juga meninggalkan kenangan indah bagi semua orang yang beruntung pernah berbagi hidup dengannya," tutur agen sang pemain, Manuel Hernandez.
Di akhir prosesi ibadah, para pemain Tenerife membopong langsung peti jenazah rekan setim mereka melintasi kerumunan pelayat menuju peristirahatan terakhir di Navahermosa.









