TVRINews – San Antonio
Bintang San Antonio Spurs tampil luar biasa usai mencetak 52 poin dan 24 rebound meski mengalami cedera ankle serta gangguan kesehatan.
Pusat perhatian basket dunia tertuju ke Frost Bank Center saat bintang San Antonio Spurs, Victor Wembanyama, menorehkan performa monumental dalam sejarah NBA.
Pemain asal Prancis setinggi 2,24 meter tersebut memimpin timnya meraih kemenangan tipis 112-111 atas Dallas Mavericks pada laga yang berlangsung Rabu 4 November 2026 malam waktu setempat, meski tampil dalam kondisi kebugaran yang terganggu.
Wembanyama membukukan rekor pribadi tertinggi sepanjang kariernya dengan mengemas 52 poin, 24 rebound, dan 8 block. Pencapaian spektakuler ini menjadikan dirinya sebagai pemain pertama sejak era play-by-play NBA dimulai pada musim 1996–1997 yang mencatatkan setidaknya 25 poin, 10 rebound, dan 5 block hanya dalam satu paruh pertandingan. Di paruh pertama saja, ia sudah mengumpulkan 29 poin, 15 rebound, dan 5 block.
Selain itu, rekor ini mencatatkan namanya sebagai pemain pertama yang meraih minimal 50 poin dan 20 rebound dalam kemenangan selisih satu poin sejak legenda NBA, Wilt Chamberlain, melakukannya pada tahun 1964.
"Ia seperti Superman," ujar point guard Spurs, Dylan Harper. "Maksud saya, engkelnya terkilir tetapi ia langsung bangkit dan bertindak seolah tidak terjadi apa-apa. Saya belum pernah melihat hal seperti itu, namun ini bukti nyata bagaimana ia merawat tubuhnya, fokus pada mobilitas, dan menjalani pemulihan."
Dominasi Wembanyama terlihat sangat signifikan dengan efisiensi plus-minus mencapai +23 saat ia berada di lapangan. Ia mengonversi 16 dari 28 tembakan dari area dalam, termasuk tujuh aksi dunk yang menggetarkan ring lawan.
Meski tampil luar biasa, pemain muda tersebut menegaskan bahwa dirinya belum mencapai performa puncak.
"Saya masih bisa memberi lebih banyak," kata Wembanyama selepas pertandingan. "Tembakan saya belum sepenuhnya menemui sasaran malam ini, dan situasi itu memaksa saya menerapkan gaya permainan yang sangat menguras fisik. Saya membuktikannya bisa, namun saya yakin bisa tampil jauh lebih baik jika tembakan saya masuk."
Aksi gemilang Wembanyama sudah terlihat sejak awal kuarter pertama. Ia mencetak 10 dari 12 poin awal San Antonio melalui eksekusi dunk serta keakuratan tembakan bebas. Pada kuarter kedua, ia menunjukkan keunggulan defensif dengan melakukan tiga block beruntun hanya dalam kurun waktu 13 detik pada satu penguasaan bola lawan.
Laga sempat diwarnai kecemasan saat Wembanyama mengalami cedera pergelangan kaki akibat mendarat di kaki pemain Dallas, Walter Clayton Jr., pada kuarter keempat. Ia sempat meninggalkan lapangan sebelum akhirnya kembali bertanding di sisa enam menit laga untuk mengunci kemenangan timnya melalui dua putback dan lemparan bebas krusial di detik-detik akhir.
Guard Dallas Mavericks, Kyrie Irving, mengakui dampak besar kehadiran Wembanyama di lapangan. "Dia memberikan pengaruh yang sangat besar untuk timnya. Terlihat jelas agresivitasnya terus meningkat dalam beberapa laga terakhir," ungkap Irving, yang tembakan penentunya di sisa tiga detik gagal membalikkan keadaan.
Kemenangan ini memperpanjang tren positif San Antonio Spurs dengan mencatatkan enam kemenangan beruntun. Pencapaian ini sekaligus menegaskan konsistensi Wembanyama yang mencatatkan rata-rata 32,5 poin per pertandingan selama rentetan kemenangan tersebut, meski bertanding dalam kondisi kurang fit akibat virus.









