TVRINews, Bandung
PT PERSIB Bandung Bermartabat menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas sejumlah insiden yang terjadi pascapertandingan Persib melawan Persija di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu, 10 Mei 2026 lalu.
Manajemen memahami pertandingan dengan tensi dan rivalitas tinggi kerap menghadirkan dinamika, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Namun demikian, Persib menyayangkan adanya berbagai kejadian yang mencederai nilai sportivitas serta semangat sepak bola sebagai ruang yang seharusnya menghadirkan kebersamaan, rasa hormat, dan persatuan.
"Beberapa kejadian yang menjadi perhatian di antaranya insiden di lapangan yang melibatkan pemain Persib Beckham Putra, gangguan dan intimidasi yang diterima rombongan tim saat perjalanan kepulangan melalui Bandara Sepinggan Balikpapan, serta sejumlah insiden yang menimpa masyarakat dan Bobotoh di beberapa daerah," tulis Persib melalui keterangan resminya yang dikutip tvrinews.com, Kamis, 14 Mei 2026.
Persib menerima informasi terkait dugaan perusakan terhadap salah satu restoran Sunda di Cibinong, Bogor, insiden kekerasan yang menimpa seorang pemuda berusia 15 tahun di Kuningan, Jawa Barat.
Kemudian, pengeroyokan terhadap tiga Bobotoh di Sukabumi yang menyebabkan korban mengalami luka-luka, serta insiden yang menimpa seorang Bobotoh di Majalengka akibat aksi pelemparan benda keras saat kegiatan nonton bareng berlangsung.
"Atas berbagai kejadian tersebut, Persib saat ini tengah mengumpulkan bukti, data, dan fakta sebagai bagian dari langkah yang akan ditempuh secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab," ujar Persib.
Persib mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta menghindari tindakan-tindakan yang dapat memperkeruh situasi dan merugikan masyarakat luas.
Dalam situasi seperti ini, rasa empati, kedewasaan, dan saling menghormati dinilai jauh lebih penting untuk dikedepankan bersama.
Di tengah situasi ini, Persib menegaskan ingin hadir tidak hanya sebagai klub sepak bola, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat.
"Klub tengah berupaya menjalin komunikasi dengan para korban maupun keluarga yang terdampak sebagai bentuk perhatian dan dukungan yang dapat diberikan," kata Persib.
Di sisi lain, tim juga harus tetap menjaga fokus menghadapi dua pertandingan terakhir Super League musim 2025/26 melawan PSM Makassar pada 17 Mei 2026 dan Persijap Jepara pada 23 Mei 2026.
Untuk itu, Persib berharap seluruh Bobotoh tetap memberikan doa, dukungan, dan energi positif kepada tim.
"Dukungan yang dewasa, damai, dan penuh rasa hormat diyakini akan menjadi kekuatan penting bagi perjuangan Persib dalam menuntaskan musim ini sebaik mungkin," tutur Persib.
Persib juga mengajak seluruh pihak bersama-sama menjaga nama baik klub, menjaga semangat persaudaraan, serta menunjukkan bahwa kecintaan terhadap klub dapat diwujudkan melalui sikap yang positif, bermartabat, dan saling menghormati.










