TVRINews, Pontianak
Jakarta Bhayangkara Presisi mengawali kiprahnya di AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 dengan hasil manis setelah menaklukkan Zhaiyk pada laga pembuka di GOR Terpadu A. Yani, Pontianak, Kalimantan Barat.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, tim asuhan Toiran sukses meraih kemenangan 3-1 dengan skor 25-19, 25-27, 25-19, dan 25-21.
Sejak awal pertandingan, Bhayangkara Presisi langsung menurunkan komposisi terbaiknya. Keita dipercaya mengisi posisi opposite hitter, didukung Gumilar dan Simon sebagai middle blocker.
Sementara Mozic dan Farhan Halim menempati posisi outside hitter, Nizar bertugas sebagai setter, sedangkan posisi libero diisi Henry dan Abhinaya.
Dukungan penuh suporter membuat Bhayangkara Presisi tampil percaya diri sejak set pertama. Kombinasi spike keras Keita dan Farhan Halim beberapa kali sukses menembus pertahanan rapat Zhaiyk.
Tak hanya itu, service ace dari Farhan membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan. Meski sempat terjadi kejar-kejaran angka di awal set, Bhayangkara Presisi mampu tampil lebih tenang pada momen-momen krusial.
Service ace Mozic akhirnya memastikan kemenangan set pertama untuk tuan rumah dengan skor 25-19.
Memasuki set kedua, pertandingan berlangsung semakin ketat. Zhaiyk mampu memanfaatkan sejumlah kesalahan yang dilakukan Bhayangkara Presisi hingga unggul 17-12.
Tuan rumah perlahan bangkit dan memperkecil ketertinggalan menjadi 15-17. Duel sengit terjadi hingga deuce pada skor 24-24 setelah spike keras Keita menyamakan kedudukan.
Namun beberapa kesalahan servis dan spike dari pemain Bhayangkara Presisi membuat Zhaiyk mencuri kemenangan set kedua dengan skor 27-25 sehingga skor berubah menjadi 1-1.
Pada set ketiga, Bhayangkara Presisi kembali menemukan ritme permainan terbaiknya. Serangan cepat dan koordinasi yang lebih solid membuat mereka langsung unggul jauh 15-5.
Meski Zhaiyk sempat memperkecil selisih angka menjadi 18-23, quick spike Simon memastikan kemenangan Bhayangkara Presisi dengan skor 25-19.
Tensi pertandingan semakin meningkat pada set keempat. Kedua tim terus saling kejar poin hingga kedudukan imbang 18-18.
Dalam situasi tersebut, Keita sempat menerima kartu kuning dari wasit usai melayangkan protes. Meski begitu, Bhayangkara Presisi tetap mampu menjaga fokus.
Mereka memanfaatkan sejumlah kesalahan lawan untuk unggul 23-20 di penghujung set. Monster block dari Farhan Halim akhirnya menutup pertandingan sekaligus memastikan kemenangan perdana Bhayangkara Presisi dengan skor 25-21.
Usai pertandingan, Farhan Halim mengakui laga perdana membuat timnya sempat diliputi ketegangan. Namun ia bersyukur Bhayangkara Presisi mampu mengatasi tekanan dan tampil maksimal.
“Ya, lumayan masih main pertama juga. Mungkin wajar lah ada yang nervous segala macam. Tapi alhamdulillah kita bisa nge-push diri. Pemain asingnya juga sering bilang fokus dan segala macam, akhirnya kita bisa menang,” ujar Farhan dalam keterangan tertulis yang dikutip oleh tvrinews.com, Kamis, 14 Mei 2026.
Ia menegaskan tim akan segera melakukan evaluasi untuk menghadapi laga berikutnya agar tampil lebih solid.
“Pastinya harus lebih baik. Kita sebisa mungkin lebih kompak. Kita evaluasi dari receive, servis, koordinasi, dan masih banyak lagi,” kata Farhan.










