TVRINews, Jakarta
Ajang balap sepeda internasional Tour de Bintan 2026 kembali hadir di Provinsi Kepulauan Riau dan akan berlangsung pada 21-23 Agustus 2026 di kawasan wisata Bintan Resorts, dengan pusat kegiatan berlokasi di Lagoi Bay.
Event yang pertama kali digelar pada 2009 itu kembali membuka kesempatan bagi para pecinta olahraga dan balap sepeda dari berbagai tingkat kemampuan untuk merasakan pengalaman bersepeda di lintasan tropis Pulau Bintan.
Koordinator Utama Event Raja Azmizal Usman mengatakan salah satu pembaruan utama pada penyelenggaraan tahun ini adalah hadirnya kategori UCI 1.2 Point Race.
“Salah satu highlight baru yang diperkenalkan tahun ini adalah UCI 1.2 point race. UCI Point Race adalah perlombaan balap sepeda resmi yang terdaftar di Union Cycliste Internationale (UCI), di mana para pembalap dapat memperoleh poin untuk ranking internasional berdasarkan hasil perlombaan mereka,” ujar Raja kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Kamis, 21 Mei 2026.
Selain kategori tersebut, Tour de Bintan 2026 juga menghadirkan sejumlah nomor balap yang disesuaikan dengan kemampuan peserta, mulai dari pesepeda profesional hingga pemula.
Kategori yang dipertandingkan meliputi Gran Fondo Classic 150 kilometer, Gran Fondo Century 100 kilometer, Gran Fondo Challenge 70 kilometer, Gran Fondo Discovery 45 kilometer, hingga Individual Time Trial (ITT) sejauh 17 kilometer.
Menurut Raja, event ini dirancang agar peserta pemula tetap bisa menikmati pengalaman balapan dalam suasana yang aman, terstruktur, dan kompetitif.
“Mulai dari pemula hingga atlet dengan kemampuan kompetitif akan sama-sama merasakan balap sepeda di tengah keindahan alam tropis Pulau Bintan,” kata Raja.
Para peserta nantinya akan melintasi garis pantai, perkampungan lokal, hingga kawasan hutan di wilayah Kabupaten Bintan dengan kondisi jalan beraspal yang mulus dan minim gangguan lalu lintas.
Karakter lintasan yang bergelombang dan berbukit disebut menjadi salah satu daya tarik utama Tour de Bintan karena menuntut strategi dan ketahanan fisik para peserta.
“Perpaduan keindahan tropis dan taktik balapan di medan lintasan dengan kontur yang beragam, di mana tidak cukup curam untuk dihentikan dan tidak cukup datar untuk benar-benar istirahat dari mengayuh,” ucap Raja.










