TVRINews, Jakarta
Pelatih Ganda Putra Indonesia Antonius Budi Ariantho mulai mematangkan komposisi tiga pasangan utama yang diproyeksikan menjadi andalan tim Merah-Putih menuju Olimpiade Los Angeles 2028 mendatang.
Evaluasi yang dilakukan tim pelatih dalam beberapa bulan terakhir kini mulai mengerucut pada tiga pasangan yang dinilai memiliki prospek paling menjanjikan untuk bersaing di level dunia.
Tiga pasangan tersebut adalah Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, serta duet muda Raymond Indra/Joaquin.
Antonius menegaskan pembentukan komposisi tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang sektor ganda putra Indonesia untuk menghadapi perburuan poin Olimpiade yang segera dimulai.
“Kalau saya lihat, tiga pasangan ini memang yang sedang kami siapkan. Waktunya juga sudah tidak memungkinkan untuk terlalu banyak bongkar pasang karena tahun depan poin-poin Olimpiade mulai berjalan,” ujar Antonius ketika ditemui wartawan termasuk tvrinews.com di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Menurutnya, ketiga pasangan tersebut dipilih berdasarkan evaluasi menyeluruh, mulai dari kualitas teknis, chemistry, konsistensi performa, hingga potensi berkembang dalam jangka panjang.
Untuk pasangan senior, Fajar/Fikri dinilai tetap menjadi tumpuan utama berkat pengalaman dan kapasitas mereka di level elite internasional. Pasangan ini menempati peringkat ketiga klasemen BWF.
Sementara Leo/Daniel diproyeksikan sebagai kombinasi matang yang dinilai memiliki kecocokan permainan dan chemistry yang sudah terbangun.
Di sisi lain, duet muda Raymond/Joaquin disebut sebagai investasi masa depan yang menunjukkan tren perkembangan positif. Mereka sudah berhasil menjadi juara Australian Open 2026, serta runner up Korea Masters 2025, Indonesia Masters 2026, dan Thailand Masters 2026.
“Track mereka bagus, progresnya juga positif. Ini yang terus kami dorong agar bisa cepat naik level,” kata Antonius.
Ia menegaskan keputusan mematangkan tiga pasangan tersebut diambil langsung oleh tim pelatih sebagai bagian dari penyusunan roadmap prestasi menuju Olimpiade.
“Kami harus menentukan arah dari sekarang. Tidak bisa terlalu lama mencari-cari kombinasi karena persaingan semakin ketat,” ucap Antonius.
Meski demikian, Antonius memastikan pintu evaluasi tetap terbuka bagi pasangan lain.
Nama-nama seperti Rahmat Hidayat, Rian Ardianto, Bagas Maulana, hingga Devin/Fathir masih akan terus dipantau melalui turnamen-turnamen mendatang.
“Kami tetap kasih kesempatan bertanding dan nanti dievaluasi lagi. Semua tergantung perkembangan mereka di lapangan,” tutur Antonius.
Antonius juga menekankan persiapan menuju Olimpiade bukan hanya soal menentukan pasangan, tetapi juga membangun kestabilan performa serta komunikasi antarpemain.
Menurutnya, pasangan yang diproyeksikan harus mampu menunjukkan konsistensi di level atas dalam periode panjang.
Dengan komposisi yang mulai terbentuk, sektor ganda putra Indonesia kini memasuki fase penting untuk membangun kekuatan menuju panggung Olimpiade.
Tiga pasangan yang diproyeksikan itu diharapkan mampu menjadi fondasi regenerasi sekaligus menjaga tradisi prestasi ganda putra Indonesia di level dunia.










