TVRINews, Jakarta
Ganda Putra Indonesia dipastikan memasuki persaingan internal yang semakin ketat menuju Olimpiade setelah PBSI mulai memetakan tiga pasangan utama untuk race menuju pesta olahraga terbesar dunia tersebut.
Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, serta Raymond Indra/Joaquin diproyeksikan menjadi tulang punggung sektor ganda putra Indonesia dalam perburuan poin Olimpiade.
Fikri mengaku bersyukur dirinya bersama Fajar masuk dalam proyeksi pasangan yang dipersiapkan menuju Olimpiade.
“Ya pertama saya bersyukur Ko Anton bilang saya dan Fajar terpilih sebagai untuk race Olympic juga,” ujar Fikri ketika ditemui wartawan termasuk tvrinews.com di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Persaingan menuju Olimpiade semakin menarik setelah Leo/Daniel langsung merebut gelar juara Thailand Open 2026 usai kembali dipasangkan.
Comeback Daniel Marthin setelah absen panjang akibat cedera pun mendapat apresiasi dari rekan-rekannya sesama pemain ganda putra.
Fikri mengaku bangga melihat performa Daniel yang langsung mampu tampil kompetitif. Mengingat, keduanya sempat dipasangkan pada tahun 2024-2025.
“Melihat Daniel, saya bangga sekali sama dia. Saya sangat bangga sekali dengan comeback-nya dia, permainannya sangat bagus sekali dan bisa juara,” kata Fikri.
Meski persaingan menuju Olimpiade dipastikan semakin sengit, para pemain menegaskan rivalitas di sektor ganda putra tetap berjalan secara sehat dan positif.
“Walaupun kita bersaing secara positif, tapi ya mereka pun semua teman saya dan kita pengen kita berjuang sama-sama lah untuk ganda putra,” ucap Fikri.
Kemudian, Fajar juga menilai comeback Leo/Daniel menjadi tambahan motivasi bagi seluruh pasangan Indonesia untuk terus berkembang.
“Persaingan di dalam pasti makin ketat ya dengan comeback-nya Leo/Daniel dan kemarin juara, pasti menambah juga motivasi buat pasangan-pasangan lainnya ya. Makin termotivasi untuk tidak mau kalah, tapi dalam artian positif,” tutur Fajar.
Menurut Fajar, persaingan di sektor ganda putra Indonesia kini semakin solid, termasuk dengan munculnya pasangan muda serta kekuatan pasangan nonpelatnas seperti Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.
“Pasti persaingan makin ketat saja. Ada juga Sabar/Reza yang di luar Pelatnas. Jadi mungkin persaingan ganda putra untuk memperebutkan tiket ke Asian Games khususnya makin solid saja,” kata Fajar.
Di tengah ketatnya persaingan, Fajar menegaskan dirinya tetap berusaha menjadi sosok senior yang terbuka untuk berbagi pengalaman kepada pemain-pemain muda di Pelatnas.
“Kalau saya pribadi lebih senang sharing saja sih. Mereka juga sering bertanya bagaimana menghadapi pressure dalam turnamen,” ujar Fajar.
Sementara itu, Fajar/Fikri memilih absen dari Thailand Open 2026 demi menjaga kondisi fisik dan mempersiapkan diri lebih matang menghadapi Singapore Open dan Indonesia Open.
Fajar menjelaskan keputusan tersebut diambil karena kondisi jetlag usai turnamen sebelumnya membuat persiapan mereka tidak maksimal.
“Kami tidak mau hanya terus ikut pertandingan tapi hasilnya kurang baik. Jadi kami lebih fokuskan ke turnamen-turnamen yang kami sudah persiapkan dengan persiapan yang baik,” kata Fajar.










