TVRINews, Jakarta
Tunggal Putri Indonesia Putri Kusuma Wardani mulai bersiap memikul tanggung jawab besar sebagai andalan baru sektor tunggal putri Indonesia usai Gregoria Mariska Tunjung memutuskan mundur dari Pelatnas PBSI.
Putri KW mengaku sadar ekspektasi kini mengarah kepadanya setelah Gregoria tak lagi menjadi bagian dari skuad utama Pelatnas. Meski begitu, ia memilih menjalani situasi tersebut dengan pikiran positif.
“Ya, bebannya Kak Grego pindah ke aku kan. Tapi ya aku jalanin dengan senang hati, dengan berpikiran terus positif. Selalu banyak orang di belakang aku yang selalu memotivasi aku,” ujar Putri KW ketika ditemui wartawan termasuk tvrinews.com di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Menurut Putri KW, absennya Gregoria dalam beberapa waktu terakhir sudah menjadi proses adaptasi baginya untuk tampil sebagai ujung tombak tunggal putri Indonesia.
“Udah siap karena dari sebelum Kak Grego absen udah cukup lama, jadi kayak ya siap dan semua aku jalanin dengan senang hati sih,” kata Putri KW
Putri juga mengaku banyak belajar dari sosok Gregoria, baik dari segi teknik permainan maupun mental bertanding. Ia menilai peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 itu memiliki kualitas permainan yang sangat istimewa.
“Mungkin kegigihan dia di latihan, terus pola pikir Kak Grego yang cukup baik sih. Aku banyak belajar dari dia tentang teknik di lapangan karena Kak Grego punya tangan yang sangat luar biasa,” ucap Putri KW.
Saat ditanya soal keistimewaan permainan Gregoria, Putri mengaku sulit menjelaskannya dengan kata-kata.
“Pukulan-pukulannya cukup menyulitkan lawan dan nggak bisa dideskripsikan kalau belum ketemu dia langsung. An Se-young aja kesusahan kan? Tangannya tuh banyak variasinya,” tutur Putri KW.
Tak hanya itu, Putri KW juga mengungkapkan ambisinya untuk melanjutkan bahkan melampaui pencapaian Gregoria di Olimpiade.
“Terakhir Kak Grego juga perunggu dan aku ingin bisa insyaallah lebih dari Kak Grego,” kata Putri KW.
Sementara itu, Putri KW berharap para pemain muda seperti Thalita Ramadhani Wiryawan dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi bisa terus berkembang dan memanfaatkan kesempatan tampil di level turnamen internasional.
“Semoga mereka bisa mengambil kesempatan dan banyak pengalaman dari pertandingan itu. Jadi nanti kalau diturunkan di level 750 atau 1000 sudah lebih siap,” ujarnya.
Sebelumnya, Gregoria Mariska Tunjung resmi memutuskan mundur dari Pelatnas PBSI setelah 12 tahun menjadi bagian dari tim utama bulutangkis Indonesia.
Keputusan tersebut diambil setelah Gregoria mempertimbangkan kondisi kesehatannya yang belum sepenuhnya pulih dari vertigo. Meski tak lagi berada di Pelatnas, Gregoria meninggalkan warisan besar bagi sektor tunggal putri Indonesia.
Selama membela Merah Putih, Gregoria sukses meraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024, gelar juara Spain Masters 2023 dan Kumamoto Masters 2023, serta sejumlah podium penting di level BWF World Tour.










