TVRINews - Bandung
Satria Muda Pertamina Bandung berada dalam posisi tertekan setelah takluk 93-99 dari Bogor Hornbills pada gim pertama semifinal IBL 2026 yang berlangsung di Bandung Arena. Kekalahan tersebut membuat Hornbills unggul 1-0 dalam format best of five dan hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk melaju ke final.
Sejak awal pertandingan, Hornbills tampil agresif dan mampu mendikte permainan. Tim tamu bahkan sempat membuka jarak hingga 10 poin pada kuarter pertama sebelum menutup periode tersebut dengan keunggulan 26-21.

Satria Muda sempat bangkit pada kuarter kedua dan berhasil membalikkan keadaan. Bermain di hadapan pendukung sendiri, tim asuhan Djordje Jovicic menutup babak pertama dengan keunggulan tipis 47-43.
Namun selepas jeda, pertandingan kembali berjalan ketat. Kedua tim saling bertukar keunggulan, tetapi Hornbills mampu menjaga konsistensi permainan dan kembali memimpin saat kuarter ketiga berakhir dengan skor 62-60.
Pada kuarter terakhir, intensitas laga meningkat dan berlangsung dalam tempo tinggi. Meski terus memberikan perlawanan, Satria Muda gagal menghentikan laju Hornbills yang akhirnya mengunci kemenangan dengan skor 99-93.
Di kubu Satria Muda, Niven Glover tampil menonjol dengan catatan 29 poin, 13 rebound, lima assist, dan tiga steal. Sementara Jalen Jones turut menyumbang 19 poin dan delapan rebound.
Adapun kemenangan Hornbills ditopang performa impresif Stephaun Branch yang membukukan 32 poin. Ia mendapat dukungan dari Kaleb Wesson dengan 27 poin serta MVP IBL 2026, Travin Thibodeaux, yang menyumbang 26 poin.
Pelatih Satria Muda, Djordje Jovicic, menilai timnya gagal menunjukkan agresivitas sejak awal pertandingan sehingga kesulitan mengontrol permainan.

“Kami membuka pertandingan terlalu lunak. Mereka mendapatkan offensive rebound, mencetak poin dalam transisi, dan kami memberikan terlalu banyak ruang. Sepanjang pertandingan kami berusaha menemukan ritme pertahanan, tetapi tidak cukup agresif,” ujar Djordje.
Ia juga menyoroti permainan menyerang timnya yang dinilai terlalu terburu-buru dan tidak berjalan sebagai satu kesatuan.
“Di offense kami terlalu terburu-buru. Kami ingin menyelesaikan banyak situasi satu lawan satu dan tidak terlihat seperti sebuah tim. Jika ingin bersaing menuju final dan juara, kami harus bermain dengan energi yang jauh lebih baik,” katanya.
Hal senada disampaikan kapten tim Abraham Damar Grahita. Menurutnya, Hornbills tampil lebih siap dan menunjukkan keinginan yang lebih besar untuk memenangkan pertandingan.
“Mereka menunjukkan bahwa mereka lebih ingin menang hari ini. Kami harus menunjukkan karakter yang tepat untuk bisa bangkit pada pertandingan berikutnya,” ujar Abraham.
Salah satu faktor yang memengaruhi hasil pertandingan adalah jumlah turnover. Satria Muda melakukan 13 turnover, lebih banyak dibandingkan Hornbills yang hanya mencatat delapan turnover. Dari situasi tersebut, Hornbills mampu mengonversinya menjadi 16 poin, sementara Satria Muda hanya menghasilkan 10 poin.
Satria Muda kini mengalihkan fokus ke Game 2 yang akan kembali digelar di Bandung Arena. Kemenangan menjadi harga mati bagi tim tuan rumah jika ingin menjaga peluang melangkah ke partai final IBL 2026.










