TVRINews, Jakarta
Tunggal Putra Indonesia Jonatan Christie memastikan tempat di partai final Indonesia Open 2026 setelah mengalahkan wakil Tailan, Panitchaphon Teeraratsakul, dalam pertarungan tiga gim 16-21, 21-10, 21-12 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026.
Kemenangan tersebut terasa sangat spesial bagi Jonatan. Untuk pertama kalinya dalam kariernya, ia berhasil menembus final Indonesia Open, turnamen yang selama ini menjadi salah satu target terbesar dalam perjalanan profesionalnya.
“Pertama, bersyukur, puji Tuhan bisa melaju ke babak final. Pastinya setelah permainan yang cukup menegangkan karena kondisi bolanya cukup berbeda dibanding beberapa hari sebelumnya,” kata Jonatan kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Sabtu, 6 Juni 2026.
Menurutnya, perubahan kondisi shuttlecock membuat pertandingan berjalan tidak mudah. Bola yang lebih cepat justru menguntungkan Panitchaphon yang memiliki gaya bermain agresif dan mengandalkan serangan keras.
“Yang hari ini sangat cepat. Itu cukup menguntungkan pemain Thailand karena dia tipe pemain yang menyerang dan smash-nya sangat kencang. Di gim pertama saya kurang mengantisipasi itu sehingga banyak poin yang dia dapatkan,” ujar Jonatan.
Setelah kehilangan gim pembuka, Jonatan melakukan perubahan strategi dengan bermain lebih agresif pada dua gim berikutnya. Langkah tersebut terbukti efektif untuk membalikkan keadaan.
“Di babak kedua saya coba bermain lebih agresif dan puji Tuhan bisa keluar dari tekanan,” ucap Jonatan.
Keberhasilan mencapai final menjadi pencapaian yang telah lama dinantikan oleh peraih medali emas Asian Games 2018 tersebut.
“Betul, ini final pertama saya di Indonesia Open. Bisa melangkah sejauh ini sangat berarti sekali untuk saya. Saya menunggu momen ini cukup lama. Saya berusaha, saya mencoba mencari formula yang tepat juga. Mungkin waktunya Tuhan kasih di tahun ini,” tutur Jonatan.
Di partai puncak, Jonatan akan menghadapi pemain muda asal Kanada, Victor Lai. Menariknya, sepanjang turnamen ini Jonatan memang banyak berhadapan dengan generasi muda bulutangkis dunia.
Sebelum mengalahkan Panitchaphon, ia lebih dulu menyingkirkan Alwi Farhan. Kini Victor Lai menjadi pemain muda ketiga yang harus dihadapi Jonatan di Indonesia Open tahun ini.
“Victor Lai adalah pemain muda ketiga yang saya hadapi di turnamen ini setelah Alwi dan Panitchaphon,” kata Jonatan.
“Pemain muda punya kecepatan, ketahanan, daya juang, dan semangat yang sangat tinggi. Tadi dia juga menghadapi Chou Tien Chen dengan permainan yang sangat ketat. Itu yang perlu saya antisipasi,” ujar Jonatan menambahkan.
Jonatan mengaku akan segera berdiskusi dengan tim pelatih untuk mempelajari permainan calon lawannya tersebut sebelum laga final.
“Kami akan melihat lagi videonya dan mencoba mencari strategi yang tepat untuk besok,” ucap Jonatan.
Meski memiliki peluang besar meraih gelar Indonesia Open pertamanya, Jonatan memilih untuk tidak terbebani oleh ekspektasi yang mengiringinya.
Apalagi sepanjang kariernya, ia sudah pernah merasakan gelar bergengsi di Istora seperti medali emas Asian Games dan gelar Indonesia Masters.
“Saya lebih ingin menikmati pertandingan besok. Memang pasti ada ekspektasi dan harapan, baik dari masyarakat Indonesia maupun dari diri saya sendiri,” tutur Jonatan.
“Indonesia Open memang salah satu target besar saya dan tim. Jadi saya ingin berusaha menikmati momen tersebut dan memberikan yang terbaik,” kata Jonatan.
Kini memasuki usia yang lebih matang, Jonatan juga mengakui ada banyak perubahan dibanding saat dirinya masih menjadi pemain muda.
Salah satu yang paling terasa adalah proses pemulihan fisik yang kini membutuhkan perhatian lebih besar dibanding beberapa tahun lalu.
“Kalau dulu mungkin istirahat satu hari, tidur, besok bisa langsung gas lagi. Sekarang harus benar-benar banyak ritualnya,” ujar Jonatan.
“Mulai dari ice bath, recovery pump, massage, dan banyak hal lain supaya badan bisa kembali segar untuk pertandingan berikutnya," ucap Jonatan menambahkan.
Saat ditanya apa yang membuatnya mampu mengatasi para pemain muda yang memiliki kecepatan dan daya tahan lebih baik, Jonatan menyebut pengalaman sebagai faktor pembeda utama.
“Mungkin dari pengalaman. Mereka punya speed, power, semangat, dan keinginan yang besar. Tapi ada satu hal yang mungkin belum mereka miliki, yaitu pengalaman,” tutur Jonatan.
Meski demikian, Jonatan menilai generasi muda bulutangkis dunia saat ini memiliki kualitas yang sangat menjanjikan.
“Pemain muda sekarang bagus-bagus sekali. Alwi, Alex Lanier, Panitchaphon, Victor Lai, dan banyak lagi. Karena mereka sering bertanding, mereka terus belajar dan mendapatkan pengalaman yang sebelumnya belum mereka miliki,” katan Jonatan.
“Pelan-pelan mereka akan berkembang. Mungkin saat ini perbedaannya hanya di pengalaman saja,” tutur Jonatan menutup pernyataannya.










