TVRINews, Jakarta
Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan perkembangan terbaru terkait proses naturalisasi sejumlah pemain keturunan yang diproyeksikan memperkuat Timnas Indonesia.
Mengenai proses naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker, Erick belum memberikan rincian lebih lanjut dan meminta publik untuk bersabar.
“Belum, nanti masih proses. Masih proses, masih proses. Sabar, sabar,” kata Erick kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Sabtu, 6 Juni 2026.
Ketika disinggung mengenai empat nama lain yang disebut-sebut masuk radar naturalisasi, Erick kembali menegaskan bahwa seluruh proses masih berjalan.
“Ya, proses. Sabar, sabar. Yang penting kan di bulan ini (Timnas) U-19 kita juga bertanding. (Timnas) Putri kita kemarin bertanding kurang memuaskan, mudah-mudahan di pertandingan berikutnya bisa lebih maksimal. Senior ini juga bertanding,” ujar Erick.
Menurut Erick, PSSI saat ini berupaya menjaga kesinambungan program tim nasional di semua kelompok usia, baik putra maupun putri.
“Artinya kan kami di PSSI serius membangun tim nasional. Dan jarang sekali di dalam FIFA Matchday, semua baik putra maupun putri punya kesempatan bermain seperti saat ini. Jadi ini yang kita coba terus jaga konsistensinya supaya pengalaman timnas kita bisa terus meningkat untuk persiapan kejuaraan-kejuaraan yang akan datang,” ucap Erick.
Terkait urgensi penambahan pemain naturalisasi, Erick menilai Indonesia membutuhkan kedalaman skuad yang kuat untuk mengantisipasi berbagai situasi, termasuk cedera pemain.
“Ya kembali, pemain kan kadang-kadang dengan keterbatasan umur, bisa juga cedera yang tidak diinginkan. Ya kita harus antisipasi,” tutur Erick.
Erick mencontohkan beberapa pemain yang saat ini belum bisa tampil karena masalah kebugaran dan cedera.
“Seperti Milano (Jonathans) kan sampai sekarang belum bisa kembali merumput. Marselino yang kita harapkan bisa, usianya masih muda, belum bisa kembali. Terus juga kemarin Jay Idzes cedera, Mees Hilgers juga belum kembali,” kata Erick.
Sehingga, ia menilai Timnas Indonesia harus memiliki banyak opsi pemain di setiap posisi.
“Jadi ya memang kita perlu 2x11, 3x11 sebagai pelapis. Yang selalu kita sampaikan, tim Jepang sendiri kan tebal sekali, 5x11 kali mereka bisa main di tingkat yang sangat tinggi saat ini,” tutur Erick.
Salah satu nama yang masuk radar naturalisasi adalah Mitchell Lee Baker. Penyerang berusia 19 tahun tersebut terpilih oleh Colorado Rapids dalam MLS SuperDraft 2026 setelah sebelumnya memperkuat Georgetown University di kompetisi NCAA.
Selain Baker, terdapat pula nama Luke Vickery yang saat ini bermain untuk Macarthur FC di kompetisi A-League Men.
Pada musim 2025-2026, Vickery mencatatkan empat gol dan satu assist dari 24 penampilan di liga. Ia juga tampil enam kali di AFC Champions League Two dengan torehan dua gol dan dua assist.
Pemain muda tersebut diketahui memiliki garis keturunan Indonesia dari neneknya yang berasal dari Sumatra dan menjadi salah satu nama yang dipertimbangkan untuk memperkuat tim nasional di masa mendatang.










