TVRINews, Jakarta
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman meminta anak asuhnya untuk tetap rendah hati meski baru saja mencatat kemenangan meyakinkan 3-0 atas Oman dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.
Kemenangan tersebut terasa spesial karena menjadi kemenangan pertama Indonesia atas Oman dalam 38 tahun terakhir.
Herdman mengaku tersentuh dengan dukungan luar biasa yang diberikan para suporter Indonesia sepanjang laga.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua suporter. Kalian luar biasa malam ini. Sangat emosional ketika berdiri di tengah stadion dan melihat para pendukung menghargai kerja keras para pemain dan staf,” ujar Herdman kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Jumat, 5 Juni 2026.
“Ketika berjalan mengelilingi stadion, saya bisa merasakan gairah luar biasa masyarakat Indonesia terhadap sepak bola. Saya hanya berharap kami bisa membuat kalian bangga dan terus membawa tim ini melangkah ke tempat yang belum pernah dicapai sebelumnya,” ucap Herdman.
Menurut Herdman, kemenangan atas Oman merupakan langkah penting dalam proses pembangunan tim yang sedang dijalankan.
“Malam ini adalah langkah penting. Ini kemenangan pertama atas Oman dalam 38 tahun. Itu penting bagi para pemain dan staf untuk terus melangkah maju,” kata Herdman.
Meski puas dengan hasil akhir, pelatih asal Inggris tersebut menegaskan bahwa penampilan Timnas Indonesia belum sempurna. Ia masih melihat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki.
“Pertandingannya tidak sempurna. Ada beberapa momen besar dan Emil melakukan penyelamatan yang sangat penting saat penalti. Tetapi dalam periode yang panjang kami mampu mengontrol pertandingan dan menunjukkan perkembangan dibanding laga melawan Bulgaria,” tutur Herdman.
Ketika ditanya apakah dirinya sudah menemukan formula terbaik Timnas Indonesia setelah kemenangan ini, Herdman memilih untuk tetap membumi.
“Dalam situasi seperti ini, yang paling penting adalah tetap rendah hati. Kaki harus tetap menapak di tanah. Kami melihat hal-hal yang berjalan baik, tetapi juga melihat area yang masih harus diperbaiki,” kata Herdman.
“Itulah kutukan seorang pelatih. Saya tidak bisa menonton pertandingan tanpa melihat apa yang masih perlu ditingkatkan. Dan saya rasa masih banyak yang harus kami perbaiki,” ujar Herdman.
Tiga gol kemenangan Garuda dicetak oleh Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen.
Herdman juga menilai variasi gol yang lahir ke gawang Oman menjadi pertanda positif perkembangan lini serang Indonesia. Gol tercipta melalui situasi bola mati, kesalahan lawan, dan kombinasi permainan terbuka.
“Kami cukup kecewa setelah pertandingan melawan Bulgaria karena memiliki tujuh tendangan sudut tetapi tidak memenangkan duel pertama satu pun. Spesialis set piece kami, Andrew, bekerja sangat intens dengan para pemain sepanjang pekan ini,” ucap Herdman.
“Gol dari bola mati malam ini adalah hasil desain set piece yang dibuat tim pelatih dan sikap para pemain yang ingin menjadi yang pertama menyentuh bola. Saya sangat bangga dengan mereka.” tutur Herdman.
Untuk gol ketiga yang dicetak Ragnar Oratmangoen melalui kombinasi permainan terbuka, Herdman menyebutnya sebagai hasil dari latihan yang dilakukan selama sepekan terakhir.
“Kombinasi permainan itu adalah sesuatu yang kami latih minggu ini, bagaimana membawa pemain lebih dekat ke gawang lawan. Tetapi kami masih memiliki perjalanan yang panjang,” kata Herdman.
Herdman kembali menegaskan kemenangan atas Oman tidak boleh membuat tim terlena menjelang laga berikutnya.
“Kami harus tetap rendah hati. Seperti yang dikatakan Emil, besok kami harus melupakan kemenangan ini dan mulai fokus pada pertandingan berikutnya. Kami harus tetap rendah hati dan terus bekerja keras,” tutur Herdman.










