TVRINews, Jakarta
Legenda Manchester United Rio Ferdinand dan legenda Arsenal Robert Pires meyakini semangat rivalitas kedua klub masih terasa meski para pemainnya kini tak lagi muda.
Keduanya menegaskan rasa haus akan kemenangan tetap ada saat para mantan pemain bertemu dalam laga eksibisi bertajuk '2026 Champions Impact in Jakarta: The Rivalry Returns' di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Bek asal Inggris ini mengakui kondisi fisik para pemain saat ini tidak lagi sama seperti ketika masih aktif berkarier. Meski demikian, ia memastikan semangat kompetitif tetap menjadi bagian dari pertandingan, sekaligus menekankan pentingnya hiburan dan sportivitas.
“Pikiran kami mungkin masih bergerak cepat, tetapi tubuh tidak bisa mengikuti secepat dahulu,” ujar Ferdinand kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Jumat, 9 Oktober 2026.
Ia mengatakan para legenda tetap ingin tampil baik dan meraih kemenangan. Namun, mereka juga harus mempertimbangkan kondisi fisik masing-masing agar pertandingan berlangsung aman dan tidak berujung cedera.
Menurut pemain yang meraih trofi Liga Champions Eropa musim 2007/08 ini, menilai benturan antarpemain masih mungkin terjadi karena keinginan untuk menang belum hilang.
Meski begitu, ia memperkirakan pertandingan kali ini tidak akan sepanas duel mereka saat masih berada di puncak karier.
“Semua orang tetap ingin menang, tampil baik, dan menjaga sikap di lapangan. Namun, kami juga ingin menghibur, bermain dengan rasa hormat, dan menjaga diri agar tidak cedera,” kata Ferdinand.
Ferdinand bahkan menyinggung mantan rekan setimnya, Nemanja Vidic, yang dikenal memiliki karakter kompetitif saat bermain.
“Bagaimana saya bisa meminta Nemanja Vidic untuk bermain lebih santai? Itu tidak mungkin,” ucap Ferdinand.
Sementara, Pires mengenang pertemuan Arsenal dan Manchester United sebagai salah satu pertandingan paling istimewa selama kariernya di Liga Premier Inggris (Premier League).
Menurutnya, duel kedua tim selalu memiliki arti besar karena keduanya kerap bersaing memperebutkan gelar juara.
Pada awal musim, Arsenal dan Manchester United sering disebut sebagai kandidat juara. Situasi tersebut membuat setiap pertemuan kedua tim menuntut persiapan dan komitmen tinggi dari para pemain.
“Ketika Anda bermain melawan Manchester United, semuanya terasa berbeda. Anda harus siap, lebih fokus pada semangat juang dan komitmen,” ujar Pires.
Sayap asal Prancis itu juga mengakui dirinya sempat kesulitan beradaptasi ketika pertama kali bermain di Inggris karena gaya sepak bolanya berbeda dengan yang dipelajarinya di negara asalnya.
Namun, pertandingan dengan intensitas tinggi melawan Manchester United menjadi tantangan yang membuat persaingan tersebut terasa istimewa.
Pires turut menyinggung rivalitas antara dua manajer pada masanya, yakni Arsene Wenger dan Sir Alex Ferguson, yang turut mewarnai persaingan Arsenal dan Manchester United selama bertahun-tahun.
Meski rivalitas tersebut dahulu berlangsung sengit, pemain yang berseragam Meriam London selama enam tahun ini, menilai pertandingan kali ini akan menghadirkan suasana berbeda.
Baginya, para mantan pemain dapat kembali bertemu dengan semangat yang sama, tetapi tanpa tekanan kompetisi resmi.
“Pada akhirnya, kami berada di sini bersama dan memiliki gairah yang sama. Memang berbeda karena besok pertandingan persahabatan, tetapi saya senang berada di sini dan bermain melawan mereka,” kata Pires.
Pires juga sempat melontarkan candaan ketika membahas para mantan pemain yang akan dihadapinya. Ia mengaku senang karena Gary Neville tidak hadir dalam kesempatan tersebut.
Mengingat, Pires yang bermain di sisi kiri, kerap kali berduel dengan Gary Neville. Ia kerap kali diplot sebagai bek kanan Setan Merah.
Laga The Rivalry Returns akan mempertemukan North London Legends yang diperkuat para legenda Arsenal dengan United Legends yang dihuni mantan pemain Manchester United. Pertandingan dijadwalkan dimulai pukul 19.00 WIB.
Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi pencinta sepak bola Indonesia untuk menyaksikan kembali para pemain yang pernah mewarnai salah satu rivalitas paling ikonik dalam sejarah Premier League.










