TVRINews, Jakarta
Legenda Arsenal Robert Pires mengaku senang bisa kembali ke Jakarta untuk mengikuti laga eksibisi yang bertajuk 2026 'Champions Impact in Jakarta: The Rivalry Returns'.
Sayap kiri asal Prancis ini menyebut sambutan hangat masyarakat Indonesia menjadi salah satu hal berkesan sejak tiba di Tanah Air.
Pires mengatakan dirinya mendapat sambutan ramah saat tiba di bandara pada malam sebelumnya, Kamis, 8 Oktober 2026. Kunjungan kali ini juga menjadi pengalaman keduanya di Jakarta setelah terakhir kali datang sekitar 10 tahun lalu.
Sebelumnya, ia juga hadir di ibu kota pada tahun 2015 silam dalam rangka maraton main bola bersama komunitas.
“Terima kasih banyak karena saya mendapat sambutan hangat saat tiba di bandara tadi malam. Ini sangat menyenangkan,” ujar Pires kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Jumat, 9 Oktober 2026.
Ia menggambarkan Jakarta sebagai kota besar dengan lalu lintas yang padat dan banyak sepeda motor di jalan. Namun, keramahan masyarakat Indonesia membuatnya merasa nyaman selama berada di ibu kota.
“Ini adalah kali kedua saya datang ke Jakarta. Saya datang sekitar 10 tahun lalu. Jakarta kota besar, lalu lintasnya semakin padat, dengan banyak sepeda motor di jalan. Orang-orang di sini sangat baik kepada saya dan para pemain lainnya,” kata Pires.
Pires juga antusias menyambut pertandingan yang mempertemukan para legenda Arsenal dan Manchester United di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Ia mengenang rivalitas kedua klub yang berlangsung sengit ketika masih aktif bermain di Premier League. Menurutnya, pertandingan pada masa itu selalu menghadirkan intensitas tinggi, termasuk saat Arsenal bermain di Highbury dan Manchester United tampil di Old Trafford.
“Dahulu, semua orang tahu bahwa ini adalah rivalitas besar. Pertandingannya sangat bagus dan intens di lapangan, baik di Stadion Highbury maupun Old Trafford,” ucap Pires.
Pires juga menyinggung persaingannya dengan sejumlah pemain Manchester United, terutama Gary Neville yang kerap menjadi lawan sulit baginya di lapangan. Mengingat, posisi dari Gary Neville adalah bek kanan.
“Bertarung melawan beberapa pemain, terutama Gary Neville, selalu sulit bagi saya,” tutur Pires.
Meski rivalitas tersebut pernah berlangsung panas, Pires menilai pertandingan kali ini akan menghadirkan suasana berbeda. Para mantan pemain dari kedua klub akan kembali bertemu untuk menikmati sepak bola dan menghibur para penggemar.
“Saya pikir pertandingan hari ini dan besok akan berbeda. Kami hanya ingin menikmati pertandingan. Saya berharap masyarakat juga bisa menikmatinya seperti kami,” kata Pires.
Laga bertajuk The Rivalry Returns akan mempertemukan North London Legends yang diperkuat para legenda Arsenal dengan United Legends yang dihuni mantan pemain Manchester United. Pertandingan dijadwalkan dimulai pukul 19.00 WIB.
Kehadiran Pires dan para legenda lainnya menjadi kesempatan langka bagi pencinta sepak bola Indonesia untuk menyaksikan kembali sosok-sosok yang pernah mewarnai salah satu rivalitas paling ikonik dalam sejarah Liga Premier Inggris (Premier League).










