TVRINews – Lombok, NTB
Pertamina Mandalika International Circuit Siap Menyambut Seri Ke-17 MotoGP Indonesia 2026 dengan Persaingan Gelar Juara Dunia Paling Ketat dalam Sejarah
Ajang balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP, kembali menyapa para pencinta kecepatan tanah air. Sirkuit Internasional Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat, bersiap menjadi tuan rumah seri ke-17 musim ini mulai 9 – 11 Oktober 2026.
Di tengah lanskap tropis yang memukau, akhir pekan ini menjanjikan pertarungan sengit menyusul selisih poin terketat setelah 16 putaran yang pernah tercatat dalam sejarah kejuaraan.
Selain persaingan ketat di lintasan, perhatian publik juga tertuju pada pengumuman regulasi format baru akhir pekan balap musim 2027 mendatang. Kebijakan tersebut mencakup pemisahan sesi kualifikasi Sprint serta kewajiban seluruh pembalap melalui Q1 untuk penentuan grid Grand Prix. Format anyar ini dirancang guna mendongkrak tingkat kompetisi dan hiburan bagi penonton global.
Kemeriahan di Indonesia telah terasa sejak hari pertama (Kamis 8 Oktober 2026) melalui tradisi pawai tahunan di Kota Mataram. Ribuan penggemar lokal memadati jalanan demi menyambut langsung para pembalap bintang, kandidat juara dunia, hingga pahlawan balap tuan rumah yang hadir menyapa publik dengan antusiasme tinggi.
Di tengah atmosfer yang meriah tersebut, sorotan utama tertuju pada pebalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez. Juara dunia delapan kali ini membawa misi besar untuk memutus rekor buruknya di Mandalika. Sejak sirkuit ini masuk dalam kalender balap pada 2022, pembalap berjuluk The Baby Alien itu belum pernah sekalipun menyentuh garis finis balapan utama hari Minggu.
Meskipun selalu menunjukkan kecepatan impresif, berbagai insiden dan masalah teknis kerap menggagalkan peluangnya. Pada kunjungan perdana tahun 2022, ia mengalami kecelakaan hebat di Tikungan 7 pada sesi pemanasan pagi hari yang memaksanya absen. Kesialan berlanjut pada musim-musim berikutnya akibat kecelakaan maupun kendala mekanis.
Sedangkan Performa gemilang sepanjang paruh musim kedua tahun ini termasuk raihan enam kemenangan dari sembilan putaran terakhir membuat peluang Marquez terbuka lebar. Ia datang ke Lombok dengan motivasi tinggi untuk mengejar defisit poin dalam perburuan gelar juara dunia musim 2026.
Menanggapi rekam jejak kurang beruntungnya di sirkuit sepanjang 4,3 kilometer tersebut, Marquez tetap memilih bersikap realistis namun optimistis.
"Tentu saja saya belum pernah menyelesaikan balapan utama di sana; saya sedikit kurang beruntung," ujar Marquez, mengutip pernyataan resminya di MotoGp Official menjelang akhir pekan balap.
"Tahun lalu di balapan Sprint, saya tidak merasa terlalu buruk setelah menjalani penalti Long Lap, jadi kita lihat saja nanti. Kami harus memahami apa yang bisa kami lakukan, tetapi selangkah demi selangkah saya merasa semakin baik, dan sejak Aragon, rasa berkendara di atas motor sangat luar biasa," tambahnya.
Dengan performa motor yang kompetitif serta tren positif yang tengah dibangun, publik kini menantikan apakah akhir pekan ini akan menjadi momen bersejarah bagi Marc Marquez untuk menaklukkan Sirkuit Mandalika dan memimpin klasemen kejuaraan dunia.










