TVRINews, Tunisia
Tim Para Atletik Indonesia berhasil menyabet gelar juara umum pada ajang World Para Athletics Grand Prix 2026 di Tunisia yang berlangsung pada 12–20 Juni 2026. Indonesia meraih 15 medali emas, 7 medali perak, dan 7 medali perunggu. Indonesia menjadi juara bersama Ukraina yang juga mengoleksi 15 emas, 7 perak, dan 7 perunggu.
Sementara peringkat ketiga ditempati Tunisia dengan raihan 10 emas, 6 perak, dan 9 perunggu. Disusul Uzbekistan dengan 8 emas, 11 perak, dan 10 perunggu, serta Rusia yang mengumpulkan 7 emas, 7 perak, dan 5 perunggu.
Saptoyogo Purnomo kembali menjadi andalan tim para atletik Indonesia dengan menyumbangkan tiga medali emas dari nomor 100 meter putra klasifikasi T37, 200 meter putra T37-T38, serta estafet universal 4x100 meter.
Tak ketinggalan, Nanda Mei Sholihah juga mempersembahkan tiga medali emas. Nanda menjadi yang terbaik di nomor 100 meter putri T46-47, 200 meter putri T46-47, dan estafet universal 4x100 meter.
Performa impresif turut ditunjukkan Karisma Evi Tiarani yang meraih dua medali emas dari nomor 100 meter putri T36/42/44 dan lompat jauh putri T42,44,46,47.
Koordinator Tim Pelatih Para Atletik Indonesia Purwo Adi Sanyoto mengapresiasi perjuangan para atlet yang berhasil membawa pulang total 29 medali. Menurutnya, poin yang diperoleh dari ajang ini sangat penting karena tiket menuju Asian Para Games 2026 ditentukan berdasarkan akumulasi poin dari setiap kejuaraan resmi dalam kalender World Para Athletics.
"Persaingan di antara peserta dari berbagai negara, terutama Asia, sangat luar biasa. Tentu saja semua negara Asia ikut berpartisipasi di Tunisia karena ingin mencari poin yang digunakan sebagai kualifikasi menuju Asian Para Games 2026," kata Purwo dalam keterngan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Selasa, 23 Juni 2026.
Purwo menjelaskan hingga saat ini belum ada atlet Indonesia yang dipastikan lolos ke Asian Para Games 2026 karena perhitungan poin di setiap nomor dan klasifikasi masih berlangsung hingga 31 Juli 2026.
"Tim pelatih menargetkan sebanyak mungkin atlet untuk bisa memperkuat Indonesia di Asian Para Games 2026. Kita masih akan mengikuti kualifikasi atau pengumpulan poin lewat kejuaraan di Meksiko pada akhir Juli mendatang," ujar Purwo.
Salah satu peraih medali emas, Alfin Nomleni, mengaku bangga bisa menjadi juara di Tunisia. Menurutnya, kondisi cuaca yang mendukung menjadi salah satu faktor yang membantunya tampil maksimal di nomor 400 meter putra T20.
"Cuaca di sana cukup bagus, tidak ada masalah. Tetapi awalnya saya sempat ragu karena postur badan saya pendek, sedangkan lawannya tinggi-tinggi. Namun dengan rasa percaya, saya bisa melewati itu," kata Alfin.
Meski berhasil mencatatkan waktu 48,82 detik dan meraih medali emas, atlet asal Nusa Tenggara Timur itu mengaku belum puas.
"Saya masih ingin memperbaiki lagi catatan waktunya. Harus lebih baik lagi karena saya ingin lolos ke Asia dan impian saya bisa lolos ke Paralimpiade," ucap Alfin.
Hal serupa disampaikan Ansyari yang meraih medali emas di nomor lempar lembing putra klasifikasi F41. Ia bertekad meningkatkan performa pada ajang berikutnya.
"Lemparan saya kemarin tidak turun dari limit sebelumnya, tetapi Insya Allah di event selanjutnya bisa lebih jauh lagi. Saya ingin lolos ke Asian Para Games 2026 dan mendapatkan medali di sana," tutur Ansyari.
Ansyari mengaku mendapat banyak pelajaran dari persaingan di Tunisia, terutama karena harus bersaing ketat dengan atlet-atlet kuat di klasifikasi F41, termasuk dari Kuba.
"Saya ingin lebih baik lagi dan harapannya bisa memberikan hasil yang lebih maksimal untuk Indonesia," kata Ansyari.
Ansyari dan rekan-rekannya masih memiliki waktu hampir satu bulan untuk menjalani pemusatan latihan di Solo sebelum mengikuti kejuaraan internasional di Meksiko pada akhir Juli 2026. Sementara itu, Asian Para Games 2026 dijadwalkan berlangsung di Nagoya, Jepang, pada 18–24 Oktober 2026.










