TVRINews – Dallas
Dua gol Lionel Messi ke gawang Austria memastikan langkah La Albiceleste ke babak gugur sekaligus menobatkannya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia
Lionel Messi kembali mengukir sejarah emas dalam karier sepak bolanya. Penyerang berusia 38 tahun tersebut resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di turnamen Piala Dunia setelah mencetak dua gol krusial yang membawa Argentina menaklukkan Austria di Dallas selasa dini hari 23 Juni 2026 WIB.
Kemenangan ini sekaligus mengunci posisi Argentina di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Dengan total 18 gol, Messi kini melampaui rekor legenda Jerman, Miroslav Klose, yang mencatatkan 16 gol selama periode 2002 hingga 2014.
Momen Bersejarah di Stadion
Dalam pertandingan Grup J tersebut, keran gol Messi terbuka pada menit ke-38. Memanfaatkan umpan tarik cerdik dari Facundo Medina yang dibiarkan meluncur oleh Thiago Almada, Messi melepaskan tembakan presisi dari dalam kotak penalti yang gagal diantisipasi kiper Austria, Alexander Schlager.

(Lionel Messi ketika mencetak gol kedua Argentina untuk menggenapkan total koleksi golnya di Piala Dunia menjadi 18. (Foto: Jerome Miron/The Guardian))
Gol kedua lahir pada masa injury time babak kedua. Meski berada dalam sudut sempit dan dikepung dua bek lawan, Messi tetap mampu melesakkan bola ke dalam gawang, melengkapi dominasi Argentina setelah sebelumnya Julian Alvarez sempat memberikan ancaman bagi pertahanan Austria.
Keberhasilan ini menjadi penebusan manis bagi sang kapten, setelah sebelumnya ia gagal mengonversi tendangan penalti pada menit kedelapan akibat pelanggaran terhadap Lautaro Martinez.
Melampaui Ekspektasi Usia
Statistik menunjukkan bahwa Messi telah menantang hukum usia dalam dunia olahraga. Dari 18 gol yang ia kumpulkan di panggung dunia, 12 di antaranya dicetak setelah ia menginjak usia 35 tahun.
Ia juga tercatat sebagai pemain ketiga dalam sejarah turnamen yang mampu mencetak gol dalam enam pertandingan berturut-turut, menyamai capaian Just Fontaine (1958) dan Jairzinho (1970).
"Messi terus membuktikan bahwa kelasnya tidak lekang oleh waktu. Ia tidak hanya bermain untuk menang, tetapi terus mengukir standar baru bagi generasi berikutnya," tulis laporan tersebut merujuk pada performa konsisten sang megabintang Inter Miami.
Situasi Grup J
Kemenangan atas Austria memberikan enam poin bagi Argentina, menempatkan mereka di jajaran tim yang telah memastikan tiket 32 besar, bersama Meksiko, Amerika Serikat, dan Jerman.
Sementara itu, bagi Austria yang dilatih oleh mantan manajer Manchester United, Ralf Rangnick, kekalahan ini membuat posisi mereka masih cukup terbuka.
Meski sempat memberikan perlawanan melalui tendangan bebas Marcel Sabitzer yang ditepis kiper Emiliano Martinez, Austria kini harus berjuang di pertandingan terakhir melawan Aljazair untuk menjaga asa lolos.
Argentina dijadwalkan menghadapi Yordania pada 28 Juni mendatang untuk menentukan posisi juara grup. Seluruh mata kini tertuju pada apakah Messi akan terus menambah pundi-pundi golnya dalam perjalanan menuju trofi kedua kalinya secara beruntun.










