TVRINews, Jakarta
Ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum mematangkan persiapan jelang tampil pada Kejuaraan Dunia BWF 2026. Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama pasangan tersebut adalah komunikasi di lapangan.
Febi mengatakan kondisi fisik, teknik, dan mentalnya bersama Rachel saat ini berada dalam kondisi baik. Namun, evaluasi dari rangkaian turnamen sejak awal tahun menunjukkan masih ada aspek komunikasi yang perlu diperkuat.
"Yang paling diperbaiki sih paling komunikasi," kata Febi, Kamis, 13 Agustus 2026.
Menurut Rachel, komunikasi tersebut terutama berkaitan dengan penyampaian detail-detail kecil selama pertandingan. Hal itu dinilai penting agar keduanya dapat memahami situasi permainan dengan lebih cepat.
"Mungkin kadang ada beberapa hal yang harusnya kita sampaikan, maksudnya detail-detail kecil yang harus kita sampaikan. Cuma di pertandingan-pertandingan terakhir itu kurang. Jadi harusnya lebih diomongin, dikomunikasikan," ujar Rachel.
Untuk menghadapi Kejuaraan Dunia, Rachel/Febi juga mendapat program latihan khusus. Program tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing atlet yang dipersiapkan tampil pada turnamen bergengsi tersebut.
Target tinggi juga diberikan kepada Rachel/Febi. Pelatih Ganda Putri Indonesia Karel Mainaky menargetkan mereka mampu meraih gelar juara, target yang juga menjadi keinginan keduanya.
"Kalau target dari pelatih ya pastinya juara," ucap Rachel.
Febi mengaku target tersebut tidak ingin dijadikan beban. Sebaliknya, target juara dijadikan sebagai pemacu agar mereka tampil lebih maksimal.
"Diambil bebannya sih nggak. Kita jadikan pacuan saja buat kita," tutur Febi.
Sebagai pasangan yang menghadapi debut di Kejuaraan Dunia, keduanya mengakui atmosfer turnamen terasa berbeda dibandingkan turnamen reguler seperti BWF Super 750 atau Super 1000. Febi bahkan mengakui ada sedikit ketegangan karena Kejuaraan Dunia merupakan ajang besar.
Untuk mengatasi hal tersebut, Febi memilih menenangkan diri dan meyakinkan diri sendiri. Sementara Rachel memilih beristirahat agar tidak terlalu memikirkan pertandingan.
"Kalau saya tidur saja sih, karena latihannya juga capek banget. Jadi sudah, tidak usah dipikirin, sudah tidur saja," kata Rachel.
Pelatih juga membiasakan keduanya dengan atmosfer pertandingan sejak masa latihan. Rachel mengatakan suasana latihan dibuat lebih menyerupai kondisi pertandingan agar mereka tidak terlalu kaget ketika turun bertanding.
"Pelatih juga memberikan arahan supaya harus berbeda. Latihannya sehari-hari harus dibiasakan seperti sudah mulai pertandingan, tidak yang biasa-biasa saja," ujar Rachel.
Setelah Kejuaraan Dunia, sejumlah turnamen besar masih menanti. Namun, Rachel/Febi dipastikan tidak tampil pada China Masters setelah memutuskan mundur. Karena itu, fokus mereka saat ini diarahkan sepenuhnya pada Kejuaraan Dunia.
"Pandangan lebih ke minggu depan saja, fokus di Kejuaraan Dunia karena memang pertandingan cukup besar juga buat kita," tutur Rachel.









