TVRINews, Jakarta
Ganda putra Indonesia Muhammad Shohibul Fikri bersama Fajar Alfian membidik gelar juara pada Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Dua gelar beruntun yang diraih sebelum turnamen, yakni China Open 2026 dan Japan Open 2026, menjadi modal kepercayaan diri, tetapi keduanya tetap memilih fokus menghadapi pertandingan satu per satu.
Fikri mengatakan hasil positif di Japan dan China menjadi suntikan kepercayaan diri bagi dirinya dan Fajar. Namun, keberhasilan tersebut tidak membuat mereka menganggap persaingan di Kejuaraan Dunia akan lebih mudah.
"Yang pasti bikin kita lebih percaya diri, termasuk saya dan Fajar pasti lebih percaya diri lagi dengan hasil kemarin. Bahwa kita bisa juara berturut-turut," kata Fikri, Kamis, 13 Agustus 2026.
Menurutnya, setiap pasangan tentu melakukan evaluasi setelah melihat performa Fikri dan Fajar dalam dua turnamen sebelumnya. Karena itu, strategi menghadapi Kejuaraan Dunia harus terus disesuaikan.
"Orang juga latihan lagi, mereka juga pasti evaluasi kekurangan mereka dan mengetahui kekurangan saya dan kelebihan saya. Pasti ada perbedaan nanti saat pertandingan berikutnya," ujar Fikri.
Fikri menyadari persaingan di Kejuaraan Dunia akan berbeda dibandingkan turnamen reguler. Sebagai salah satu ajang besar dalam kalender bulu tangkis, setiap pasangan dipastikan tampil dengan motivasi tinggi.
Ia pun mengingatkan agar dirinya dan Fajar tidak hanya mewaspadai pemain-pemain unggulan.
"Kejuaraan Dunia karena itu salah satu major event, jadi pasti berbeda. Persaingannya jadi lebih ketat lagi, dan kita nggak boleh lengah mau lawan siapa pun," ucap Fikri.
Fikri bahkan mengingatkan potensi kejutan dari pasangan yang tidak masuk jajaran unggulan.
"Kita nggak hanya melihat pemain-pemain top saja, mungkin yang di bawah pemain-pemain top juga pasti mereka akan menjadi kuda hitam untuk meraih kemenangan. Dan itu sangat berbahaya," tutur Fikri.
Kemudian, Fikri dan Fajar juga terus melakukan evaluasi bersama pelatih, pasangan, serta tim analisis. Setiap pertandingan ditinjau melalui rekaman video untuk mengetahui kelemahan yang masih perlu diperbaiki.
"Setiap beres main, kita langsung lihat video bersama pelatih, bersama partner juga, dan ada tim analisis juga. Jadi kita diskusi juga, sharing, dan kita ternyata lebih jelas terlihat kelemahan kita ada di mana," kata Fikri.
Hasil evaluasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim pelatih dalam menentukan program latihan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Untuk persiapan menuju Kejuaraan Dunia, Fikri menyebut tidak ada program khusus yang berbeda jauh dari persiapan turnamen sebelumnya. Fokus utama justru diarahkan pada kesiapan mental dan konsentrasi.
"Persiapan khusus sih nggak ada, lebih ke sama saja seperti kemarin sebelum pertandingan-pertandingan sebelumnya. Cuma persiapan khususnya mungkin di fokus diri saya sendiri," ujar Fikri.
Kejuaraan Dunia 2026 akan berlangsung di India. Fikri mengakui kondisi lingkungan pertandingan dapat menjadi tantangan tersendiri, terutama karena tim harus cepat beradaptasi dengan kondisi hotel dan arena pertandingan. Namun, ia tidak ingin kondisi tersebut menjadi gangguan bagi persiapan.
"Kita harus cepat adaptasi juga karena bukan tim Indonesia saja, pasti tim negara lain pun akan merasakan hal yang sama dari segi hotel dan main hall-nya juga pasti akan sama," ucap Fikri.
Ia memilih mengambil sisi positif dari kondisi yang ada dan tetap fokus pada pertandingan.
"Ambil positifnya saja, jangan terganggu oleh seperti itu. Siapa tahu dengan kondisi bagaimanapun, di situ terdapat rezeki kita. Jadi siapa tahu kita malah hasilnya lebih bagus," tutur Fikri.
Kejuaraan Dunia tahun ini juga bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Fikri berharap prestasi terbaik di India dapat menjadi hadiah bagi Indonesia.
"Kalau bisa ya kalau dapat hasil terbaik bisa juara, ya mungkin itu bisa jadi hadiah buat Indonesia," ujar Fikri.










