TVRINews, Jakarta
Ganda putra Indonesia Daniel Marthin bersama Leo Rolly Carnando terus mematangkan persiapan menghadapi China Masters 2026.
Setelah meraih dua gelar pada musim ini, yakni, Thailand Open 2026 dan Taipei Open 2026, Daniel ingin menjaga konsistensi sekaligus meningkatkan performa bersama Leo.
Daniel mengatakan persiapan menuju China Masters berjalan baik. Ia menyebut kondisi fisiknya juga sudah aman setelah sempat mengalami cedera sekitar setahun lalu.
"Latihan buat persiapan China Masters, cukup baik persiapannya dan masih ada beberapa minggu, jadi saya coba maksimalin persiapannya," kata Daniel, Kamis, 13 Agustus 2026.
Menurut Daniel, keberhasilan meraih gelar sebelumnya menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan diri. Namun, hasil tersebut tidak ingin membuat dirinya dan Leo cepat puas.
"Kemarin kan juara juga untuk naikin percaya diri kami. Terus juga kami inginnya konsisten dan juga bisa melebihi prestasi kami yang sekarang," ujar Daniel.
Daniel mengungkapkan salah satu perubahan penting dalam persiapan bersama Leo adalah komunikasi. Keduanya belajar dari kekalahan yang dialami di Indonesia dan Macau dengan memperbanyak diskusi mengenai strategi menghadapi karakter lawan yang berbeda-beda.
"Yang pasti kami belajar dari kekalahan yang di Indonesia sama di Macau. Terus kami komunikasi lebih baik dan lebih banyak ngobrol bagaimana cara bermain lawan musuh yang beda-beda," ucap Daniel.
Dua gelar yang diraih tahun ini juga menjadi motivasi bagi Daniel dan Leo untuk mengejar ketertinggalan dari pasangan-pasangan ganda putra lainnya.
Meski demikian, Daniel memilih tidak memberikan tekanan berlebihan kepada dirinya sendiri. Setiap pertandingan akan dijalani dengan target yang disiapkan secara bertahap.
"Yang pasti kami jadi motivasi. Terus juga kami ingin mengejar ketertinggalan kami dengan pasangan-pasangan yang lain. Kami harus ada target pribadi, jadi setiap pertandingan itu ada targetnya," tutur Daniel.
Untuk China Masters, Daniel memasang target pribadi mencapai semifinal. Namun, ia tetap membuka peluang untuk membidik gelar apabila mampu tampil maksimal.
"Sebenarnya target pribadi sih semifinal dulu, tapi kalau bisa juara ya pasti kami berusaha," ujar Daniel.
Kembalinya Daniel dan Leo sebagai pasangan juga membuat aspek komunikasi dan chemistry menjadi perhatian utama. Ia menyebut keduanya masih perlu memperbaiki pola permainan serta menjaga komunikasi selama pertandingan.
"Masih permainan kami, terus juga komunikasinya juga jangan sampai hilang. Maintain komunikasi sama pola permainan," kata Daniel.
Ia menilai komunikasi menjadi salah satu aspek yang masih harus terus diperbaiki setelah kembali berpasangan.
"Sebenarnya banyak sih, cuma yang saya mau, yang pasti komunikasi, terus juga pola permainan," ujar Daniel.
Setelah kembali berpasangan, Daniel juga memiliki target untuk membawa dirinya dan Leo kembali masuk jajaran 10 besar dunia.
"Yang pasti saya sih pengennya bisa top 10 lagi. Terus juga itu jadi motivasi kami, tapi juga nggak jadi beban," ucap Daniel.
Menurutnya, kembali ke top 10 bukan sekadar target peringkat, tetapi juga bagian dari upaya membangun kembali kepercayaan diri dan bersaing di level turnamen yang lebih tinggi.
"Saya juga pengennya kembali ke top 10 supaya bisa meningkatkan percaya diri, juga bisa main di level-level atas," tutur Daniel.
Dengan kondisi fisik yang dinilai sudah aman, dua gelar sebagai modal kepercayaan diri, serta evaluasi pada aspek komunikasi dan pola permainan, Daniel berharap perjalanan bersama Leo dapat terus berkembang hingga akhir musim.










