TVRINews, Jakarta
Dugaan pengaturan pertandingan atau match-fixing yang menyeret perhatian terhadap sektor ganda campuran bulutangkis Indonesia menjadi sorotan menjelang Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Di tengah isu tersebut, pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah memilih tetap fokus pada persiapan dan peningkatan performa.
Amri mengatakan situasi di sektor ganda campuran tidak berubah meski isu dugaan pelanggaran integritas mencuat. Ia menganggap persoalan tersebut sebagai pembelajaran bagi atlet untuk semakin memahami dan mematuhi aturan.
"Suasananya biasa-biasa saja sebenarnya. Ya, pelajaran juga buat kita. Kalau menurut saya, kita menjadi atlet juga bukan mencari itu," ujar Amri, Kamis, 13 Agustus 2026.
Nita juga menegaskan tidak ingin larut dalam isu yang berkembang. Menurut dia, masih banyak aspek permainan yang harus diperbaiki bersama Amri sebelum tampil di Kejuaraan Dunia.
"Kalau isu-isu yang telah beredar, saya tutup mata. Saya tidak mau. Saya mau fokus sama perkembangan diri saya, perkembangan sama partner. Banyak PR yang harus dibereskan dari kita berdua," kata Nita.
Amri mengatakan pelatih dan PBSI secara rutin mengingatkan atlet mengenai aturan integritas pertandingan. Ia juga menerima materi mengenai regulasi terbaru dari Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) untuk dipelajari.
"Ya, selalu diingatkan. Beberapa minggu lalu dikirim aturan baru dari BWF untuk dipelajari lagi karena banyak sekali dan memang harus kita teliti, harus hati-hati," ucap Amri.
Menurut Amri, sosialisasi mengenai aturan tersebut dilakukan melalui pelatih. Arahan dan pengingat diberikan secara berkala dalam kegiatan latihan.
"Ya, dijelaskan dan selalu diingatkan dari pelatih setiap hari. Dikasih PDF untuk dipelajari. Nanti ada arahan lagi dari pelatih," tutur Amri.
Dugaan pengaturan pertandingan yang mencuat turut membuat sektor ganda campuran mendapat perhatian dan kritik dari publik. Namun, Amri memilih menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi terhadap performanya.
"Kalau dari saya, buat yang mengkritik, terus saja. Itu buat saya pelajaran, cambukan buat saya. Memang itu yang terjadi, kita kurang, ya kita belajar," ujar Amri.
Sementara, Nita mengatakan publik tidak mengetahui secara langsung proses latihan yang mereka jalani. Karena itu, ia memilih tidak terlalu memikirkan komentar yang berkembang.
"Mereka tidak tahu prosesnya aku sama Amri di sini bagaimana, latihannya bagaimana. Mereka tidak pernah melihat bagaimana kita sudah berusaha," kata Nita.
Nita menilai memberikan penjelasan kepada setiap pihak yang memberikan kritik tidak akan menyelesaikan persoalan. Ia memilih berkonsentrasi pada persiapan bersama Amri.
Sebelumnya, PBSI melakukan penyesuaian komposisi wakil Indonesia di sektor ganda campuran untuk Kejuaraan Dunia BWF 2026. Pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dipastikan tidak mengikuti kejuaraan tersebut.
PBSI menyatakan penyesuaian tersebut dilakukan agar proses administrasi dan keikutsertaan atlet berjalan sesuai regulasi dan mekanisme yang berlaku.
Federasi juga menyatakan mengetahui BWF tengah menjalankan proses peradilan independen terkait dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah pemain Indonesia.
Organisasi tersebut menegaskan menghormati dan mendukung mekanisme yang diterapkan BWF serta tidak akan memberikan komentar mengenai substansi perkara maupun mengaitkan proses tersebut dengan atlet tertentu selama proses masih berlangsung.
PBSI juga mengajak media dan masyarakat menghormati proses yang sedang berjalan dan menghindari spekulasi hingga terdapat keputusan resmi dari Independent Hearing Panel BWF.










