TVRINews, Aichi
Pemanah Nurisa Dian Ashrifah mencetak sejarah dengan mempersembahkan medali emas pertama bagi panahan Indonesia di Asian Games.
Nurisa menjadi juara nomor compound individu putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah mengalahkan wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco, dengan skor 139-137 di Okazaki Central General Park, Aichi, Kamis, 1 Oktober 2026.
Kemenangan tersebut menjadi tonggak baru bagi panahan Indonesia yang selama ini belum pernah meraih medali emas di ajang multievent terbesar di Asia tersebut.
Sebelum Nurisa, pencapaian tertinggi panahan Indonesia di Asian Games adalah medali perak yang diraih Diananda Choirunisa pada nomor recurve individu putri di Asian Games Jakarta-Palembang 2018. Pada edisi yang sama, Riau Ega Agatha meraih perunggu nomor recurve individu putra.
Indonesia kemudian menambah dua medali perunggu pada Asian Games Hangzhou 2022 yang digelar pada 2023. Diananda Choirunisa dan Riau Ega Agatha meraih perunggu nomor recurve beregu campuran, sedangkan tim recurve putra juga meraih perunggu.
Nurisa akhirnya memutus paceklik emas tersebut pada Aichi-Nagoya 2026.
Emas Nurisa juga menambah koleksi medali emas Indonesia menjadi lima pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Sebelumnya, empat emas Indonesia diraih melalui bulutangkis beregu putra, ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, angkat besi melalui Rahmat Erwin Abdullah, serta panjat tebing melalui Desak Made Rita Kusuma Dewi.
Dengan tambahan emas dari Nurisa, Indonesia semakin memperkaya catatan prestasinya di Aichi-Nagoya 2026.
Keberhasilan tersebut sekaligus menempatkan panahan dalam sejarah sebagai salah satu cabang olahraga yang akhirnya mampu mempersembahkan medali emas bagi Merah Putih di Asian Games.










