TVRINews, Jakarta
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyebut target empat medali emas Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 telah terpenuhi setelah Desak Made Rita Kusuma Dewi menjadi juara nomor speed putri panjat tebing.
Desak meraih emas setelah menjadi yang tercepat pada final nomor speed putri di Portmesse Nagoya Exhibition Hall, Rabu, 30 September 2026. Atlet asal Bali itu mencatatkan waktu 6,062 detik.
Desak unggul sangat tipis 0,002 detik atas atlet Tiongkok, Deng Lijuan, yang finis dengan waktu 6,064 detik. Medali perunggu diraih atlet Korea Selatan, Jeong Jimin, dengan catatan waktu 6,18 detik.
Catatan waktu Desak sekaligus memecahkan rekor Asian Games atas namanya sendiri. Sebelumnya, rekor tersebut tercatat 6,07 detik.
“Alhamdulillah, Indonesia kembali meraih emas. Ini menjadi emas keempat Indonesia di Asian Games kali ini, sekaligus memenuhi target empat emas yang kita tetapkan. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Desak Made Rita yang telah berjuang luar biasa dan mempersembahkan emas keempat untuk Merah Putih,” ujar Erick dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Kamis, 1 Oktober 2026.
Pencapaian Desak semakin istimewa karena catatan waktunya juga memecahkan rekor Asian Games. Catatan 6,062 detik tersebut lebih cepat dari rekor sebelumnya 6,07 detik yang juga dicatat Desak. Kemenpora menyebut catatan tersebut sekaligus menjadi rekor Asia.
“Catatan waktunya luar biasa. 6,062 detik bukan hanya membawa Desak menjadi juara dan mempersembahkan emas untuk Indonesia, tetapi juga mencatatkan rekor Asian Games dan rekor Asia. Ini menunjukkan bahwa atlet-atlet Indonesia merupakan duta bangsa yang mampu bersaing dan mencatatkan prestasi di level tertinggi Asia,” kata Erick.
Erick juga mengapresiasi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), pelatih, ofisial, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan atlet. Menurut dia, prestasi Desak merupakan hasil dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Terima kasih kepada FPTI, para pelatih, ofisial, dan seluruh tim yang terus mengawal perjuangan atlet. Prestasi ini membuktikan bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan berjenjang dapat menghasilkan atlet yang mampu berprestasi di panggung Asia bahkan dunia,” ucap Erick.
Empat emas Indonesia di Asian Games 2026 masing-masing berasal dari bulu tangkis beregu putra dengan ganda putra melalui Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, angkat besi 75 kilogram melalui Rahmat Erwin Abdullah, serta panjat tebing nomor speed putri melalui Desak Made. Indonesia kini mengoleksi 31 medali, terdiri atas empat emas, tujuh perak, dan 20 perunggu.
Meski target empat emas telah terpenuhi, Erick menegaskan perjuangan kontingen Indonesia belum berakhir. Sejumlah cabang olahraga masih memiliki peluang menambah medali hingga Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berakhir.
“Target empat emas sudah terpenuhi, tentu kita syukuri bersama. Tetapi perjuangan belum selesai. Masih ada peluang untuk menambah emas. Kita akan terus memberikan dukungan dan mengawal perjuangan para atlet sampai pertandingan terakhir,” tutur Erick.
Erick berharap para atlet Indonesia tetap berjuang hingga pertandingan terakhir sehingga Merah Putih masih dapat berkibar dan Indonesia Raya kembali berkumandang di Nagoya.










