TVRINews, Jakarta
Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan tenggat waktu satu minggu kepada klub dan operator liga untuk menyepakati langkah konkret pencegahan kekerasan suporter. Jika tidak ada kesepakatan, PSSI akan turun tangan dan mengambil tindakan tegas.
Desakan tersebut muncul setelah dua insiden penyerangan terjadi dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.
Rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 diserang di Batang, Jawa Tengah, sedangkan rombongan suporter Persija Jakarta, The Jakmania Cikampek, menjadi sasaran pelemparan batu di Tol Palikanci, Cirebon, Jawa Barat.
“Saya akan kasih kesempatan liga (I.League), klub untuk bersepakat satu minggu ini. Kalau tidak ada kesepakatan, ya kami PSSI akan intervensi,” ujar Erick, Kamis, 14 Oktober 2026.
Erick menekankan klub dan operator liga harus bertanggung jawab terhadap keselamatan suporter, terutama ketika pertandingan melibatkan pendukung tim tamu.
Salah satu opsi sanksi yang didorongnya adalah pengurangan poin bagi klub yang terbukti tidak mampu mengendalikan pendukungnya.
“Saya akan mendorong klub-klub yang tidak bisa menjaga suporternya, pengurangan poin sekarang. Tapi saya kasih kesepakatan dulu, ya, cuman kita akan lakukan tindak tegas pastinya,” ucap Erick.
Erick menilai penyerangan bus, perusakan, pembakaran, hingga penjarahan barang tidak bisa lagi dianggap sebagai kenakalan suporter. Menurutnya, tindakan tersebut sudah masuk ranah kriminalitas dan harus ditangani secara serius.
Ia juga mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam menangani sejumlah insiden serta mengamankan pihak-pihak yang diduga terlibat.
Bagi Erick, upaya menghentikan kekerasan membutuhkan komitmen bersama dari federasi, operator kompetisi, dan klub. Sehingga, tenggat satu minggu diberikan agar para pemangku kepentingan segera menyepakati mekanisme pencegahan dan konsekuensi yang tegas.
Insiden pertama terjadi di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, pada Minggu, 11 Oktober 2026, sekitar pukul 21.30 WIB.
Bus yang membawa rombongan EPA Persib U-18 dihadang dan diserang sekelompok orang ketika dalam perjalanan menuju Bandung setelah menjalani pertandingan melawan Garuda United di Solo.
Sehari kemudian, rombongan The Jakmania Cikampek mengalami penyerangan saat melintas di Tol Palikanci KM 200, Cirebon, pada Senin, 12 Oktober 2026, dini hari WIB.
Bus rombongan suporter Persija tersebut dilempari benda keras hingga sejumlah kaca pecah. Beberapa penumpang juga dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Rentetan kejadian itu kembali menyoroti persoalan keamanan dalam sepak bola Indonesia. PSSI kini mendorong klub dan operator liga menyepakati langkah pencegahan yang lebih konkret, dengan ancaman intervensi federasi apabila tenggat yang diberikan tidak menghasilkan kesepakatan.










