TVRINews, Nagoya
Kontingen Indonesia mulai fokus menyesuaikan diri dengan lingkungan di Nagoya, Jepang, setibanya di Bandar Udara Internasional Chubu Centrair, Selasa, 13 Oktober 2026. Adaptasi menjadi prioritas sebelum para atlet berlaga di Asian Para Games 2026.
Sebanyak 103 atlet dari 12 cabang olahraga tiba dalam kondisi bugar setelah menempuh perjalanan selama 7 jam 20 menit. Mereka masih memiliki waktu untuk mengenali lingkungan, beristirahat, dan mempersiapkan diri sebelum memasuki jadwal pertandingan.
Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia Reda Manthovani mengatakan masa awal kedatangan di Nagoya akan dimanfaatkan para atlet untuk beradaptasi dengan lingkungan setempat.
“Sampai di Nagoya, itu kesempatan bagi mereka untuk menyesuaikan diri dengan tempat karena pertandingan bukan hari ini, tapi mungkin baru mulai nanti di tanggal 16,” ujar Reda dalam keterangan tertulis yang dikutip oleh tvrinews.com, Rabu, 14 Oktober 2026.
Berdasarkan jadwal yang diterima kontingen Indonesia, para bulu tangkis dan para tenis meja menjadi dua cabang olahraga yang memulai pertandingan sebelum upacara pembukaan. Babak kualifikasi kedua cabang tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Untuk mendukung proses adaptasi dan menjaga kesiapan atlet, tim CdM telah melakukan survei ke sejumlah lokasi beberapa bulan sebelum penyelenggaraan. Persiapan tersebut mencakup penentuan posko, pusat koordinasi kontingen, serta hotel tempat para atlet beristirahat.
“CdM sudah survei duluan beberapa bulan yang lalu untuk memastikan tempat-tempat yang menjadi posko kita, menjadi sentral headquarter kita, dan juga kita menandai hotel-hotel yang akan menjadi tempat istirahatnya para atlet, sehingga antara tempatnya para tim pendukung atau CdM dengan para atlet tidak berjauhan,” kata Reda.
Kontingen Indonesia dalam ajang ini berjumlah 210 personel, terdiri atas 103 atlet dan 107 ofisial atau pendamping.
Sebanyak 12 cabang olahraga yang diikuti meliputi para atletik, para bulu tangkis, para renang, para angkat berat, para tenis meja, para panahan, para judo, boccia, para balap sepeda, para menembak, anggar kursi roda, dan para taekwondo.
Reda mengakui besarnya jumlah personel menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kelancaran komunikasi dan koordinasi. Sejumlah kendala teknis kecil sempat muncul, termasuk pemeriksaan ulang koper karena masih terdapat power bank di dalamnya.
“Alhamdulillah semuanya sudah kita bereskan. Ada hal-hal kecil, tapi bisa segera diatasi karena ada bantuan dari general manager kita di sini, InJourney di Kota Solo ini, Alhamdulillah semuanya berjalan lancar,” ucap Reda.
Dengan proses adaptasi lingkungan dan persiapan logistik yang terus dilakukan, kontingen Indonesia berupaya memastikan para atlet dapat menjalani masa persiapan dengan baik sebelum menghadapi pertandingan Asian Para Games 2026.










