TVRINews, Nagoya
Atlet para renang andalan Indonesia, Jendi Pangabean, menegaskan kesiapannya menghadapi Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang.
Meski usianya telah menginjak 35 tahun, perenang asal Sumatera Selatan itu tetap bertekad mempertahankan prestasi dan kembali menyumbangkan medali untuk Indonesia.
Asian Para Games 2026 menjadi partisipasi keempat Jendi dalam ajang olahraga multicabang terbesar di Asia bagi atlet disabilitas tersebut. Ia memiliki catatan prestasi gemilang setelah meraih medali emas nomor 100 meter gaya punggung klasifikasi S9 pada Asian Para Games 2018 dan 2022.
Jendi mengungkapkan persiapannya kini telah memasuki tahap akhir menjelang pertandingan. Program latihan yang dijalani sudah diarahkan untuk mencapai performa terbaik saat berlomba.
“Persiapannya sekarang sudah persiapan prapertandingan. Program sudah siap menuju pertandingan. Kita sudah hampir 100 persen. Kita harus fight,” ujar Jendi dalam keterangan tertulis yang dikutip oleh tvrinews.com, Rabu, 14 Oktober 2026.
Pelatih menargetkan Jendi dapat membawa pulang medali dari Nagoya. Namun, ia berusaha menjalani kompetisi tanpa terbebani target tersebut dan memilih fokus memberikan penampilan terbaik.
“Mudah-mudahan, berharap yang terbaik untuk Indonesia, bisa menyumbangkan medali,” kata Jendi.
Kepercayaan diri Jendi turut didukung hasil positif pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand. Dalam ajang tersebut, ia meraih tujuh medali emas yang menjadi tambahan motivasi untuk menghadapi persaingan di tingkat Asia.
Meski demikian, Jendi menyadari Asian Para Games memiliki tingkat persaingan yang lebih berat dibandingkan ASEAN Para Games. Sehingga, ia bertekad menjaga fokus agar dapat kembali menunjukkan performa terbaik.
“Tentu ini event yang lebih besar dari ASEAN Para Games kemarin, jadi saya harus benar-benar fokus di sini untuk bisa menghasilkan yang terbaik untuk Indonesia,” tutur Jendi.
Di tengah ambisinya mempertahankan prestasi, Jendi mengakui faktor usia menjadi tantangan tersendiri. Ia merasa perlu bekerja lebih keras untuk menghadapi atlet-atlet pesaing yang juga berjuang meraih hasil terbaik.
“Ini menjadi tantangan yang berat juga buat saya, karena umur saya sudah tidak muda lagi. Jadi saya harus lebih kerja keras lagi di Asian Para Games yang di Nagoya ini,” ucap Jendi.
Selain persiapan fisik dan mental, dukungan keluarga juga menjadi sumber motivasi bagi Jendi. Meski istri dan anaknya tidak dapat hadir langsung di Nagoya untuk menyaksikan pertandingan dari tribun, ia tetap merasakan dukungan mereka dari Indonesia.
“Di Nagoya ini mereka kebetulan tidak bisa ikut, tapi tetap tidak menjadi penghalang buat saya. Mereka selalu memberikan support dan dukungan dari Indonesia, dan itu menjadi motivasi yang besar buat saya,” tutur Jendi.
Dengan persiapan yang hampir rampung, pengalaman bertanding di tiga edisi sebelumnya, serta motivasi dari keluarga, Jendi kini bersiap menghadapi tantangan Asian Para Games 2026. Ia berharap dapat kembali mempersembahkan prestasi dan mengharumkan nama Indonesia di Nagoya.










