TVRINews – Istanbul
Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom menggelar pertemuan konstruktif dengan Presiden FFIRI Mehdi Taj di Istanbul guna mengatasi kendala operasional dan logistik menjelang turnamen di Amerika Serikat.
Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dilaporkan telah mencapai titik temu yang positif dalam pembicaraan bilateral dengan otoritas sepak bola Iran, untuk memastikan partisipasi tim nasional Iran dalam putaran final Piala Dunia mendatang berjalan tanpa hambatan logistik maupun birokrasi.
Pertemuan yang berlangsung di Istanbul, Turki Minggu 17 Mei 2026, tersebut mempertemukan Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, dengan Presiden Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran (FFIRI), Mehdi Taj.
Dialog ini menjadi krusial setelah munculnya ketidakpastian terkait visa dan akses masuk skuad Iran ke Amerika Serikat, yang bertindak sebagai salah satu tuan rumah turnamen.
"Kami telah mengadakan pertemuan yang luar biasa dan konstruktif bersama asosiasi sepak bola Iran," ujar Grafstrom kepada kantor berita Reuters. "Kami bekerja sama secara erat dan sangat menantikan kehadiran mereka di Piala Dunia FIFA."
Hambatan Geopolitik dan Isu Visa
Kekhawatiran mengenai partisipasi Iran mencuat seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah sejak akhir Februari lalu.
Situasi semakin rumit setelah delegasi FFIRI yang dipimpin oleh Mehdi Taj ditolak masuk oleh otoritas imigrasi Kanada saat hendak menghadiri Kongres FIFA di Vancouver.
Pemerintah Kanada, yang telah memasukkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) ke dalam daftar organisasi terlarang, mengembalikan delegasi Iran di bandara Toronto dengan alasan dugaan keterkaitan politik.
Insiden tersebut memicu spekulasi bahwa skuad Iran akan menghadapi kendala serupa saat mencoba memasuki wilayah Amerika Serikat.
Meski Grafstrom enggan merinci jaminan visa yang diberikan untuk para pemain, ia menegaskan bahwa FIFA berkomitmen penuh untuk menyelesaikan seluruh kendala operasional yang ada.
"Kami telah mendiskusikan semua hal yang relevan, namun saya rasa ini bukan tempat yang tepat untuk membicarakan detailnya," tambah Grafstrom. "Secara keseluruhan, ini adalah pertemuan yang sangat positif dan kami berharap dapat melanjutkan dialog ini."
Respons Positif dari Teheran
Di sisi lain, pihak Iran menyambut baik iktikad baik dari badan sepak bola tertinggi dunia tersebut.
Mehdi Taj menyatakan bahwa FIFA menunjukkan sikap terbuka dalam mendengarkan sejumlah poin keberatan serta kekhawatiran yang diajukan oleh pihak Teheran.
"Saya senang mereka mendengarkan poin-poin dari Iran, seluruh 10 poin yang kami ajukan, dan mereka menawarkan solusi untuk masing-masing poin tersebut," kata Taj setelah pertemuan.
"Saya berharap, insya Allah, tim nasional kami dapat berangkat ke Piala Dunia tanpa masalah dan meraih hasil yang sangat baik di sana."
Sebelumnya, pihak FFIRI sempat mengajukan permohonan resmi agar seluruh pertandingan fase grup mereka dipindahkan ke Meksiko yang juga menjadi salah satu tuan rumah bersama Kanada dan AS.
Namun, Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa seluruh laga tetap harus digelar di stadion yang telah dijadwalkan sejak awal.
Sesuai jadwal, tim nasional Iran akan bertolak dari Teheran menuju pemusatan latihan di Turki, sebelum melanjutkan perjalanan ke basis kamp mereka di Kino Sports Complex, Tucson, Arizona, pada awal Juni.
Iran tergabung dalam Grup G dan dijadwalkan akan memulai laga perdana mereka melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni, disusul oleh pertandingan melawan Belgia dan Mesir.










