TVRINews – London, Inggris
Gol Tunggal Antoine Semenyo Pastikan Kemenangan Manchester City atas Chelsea di Wembley
Manchester City sukses mengawinkan gelar domestik musim ini setelah menundukkan Chelsea dengan skor tipis 1-0 pada laga final FA Cup di Stadion Wembley sabtu 16 Mei 2026.
Gol tunggal yang dicetak oleh Antoine Semenyo pada pertengahan babak kedua menjadi pembeda sekaligus memastikan trofi kedua bagi skuad asuhan Pep Guardiola, menyusul keberhasilan mereka di ajang Carabao Cup maret lalu.
Kemenangan ini sekaligus menjadi trofi ke-20 bagi Guardiola selama berkarier di sepak bola Inggris, di tengah spekulasi yang menyebutkan bahwa musim ini kemungkinan menjadi tahun terakhirnya bersama klub yang bermarkas di Etihad Stadium tersebut.
Momen Magis Penentu Kemenangan
Pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi namun minim peluang bersih dari kedua tim. Manchester City tampil lebih dominan pada paruh pertama, sebelum Chelsea bangkit dan sempat menguasai jalannya laga di awal babak kedua.
Kebuntuan akhirnya pecah melalui sebuah aksi yang menunjukkan kualitas lini serang Manchester City. Berawal dari pergerakan Bernardo Silva di luar kotak penalti Chelsea, bola kemudian dialirkan kepada Erling Haaland yang langsung mengirimkan umpan silang ke arah gawang.

(Antoine Semenyo melakukan selebrasi usai mencetk Gol (Foto:Tom Jenkins/The Guardian))
Antoine Semenyo, yang didatangkan dari AFC Bournemouth pada bursa transfer Januari lalu, menyambut bola dengan sentuhan tumit (back-heel flick) yang mengecoh penjaga gawang Robert Sanchez. Bola mengalir mulus ke tiang jauh dan mengubah papan skor menjadi 1-0.
Sejak kepindahannya senilai £62,5 juta dari Bournemouth, Semenyo telah memberikan dampak signifikan dengan mengemas sembilan gol untuk City. Namun, tidak ada yang lebih krusial atau lebih spektakuler daripada golnya di Wembley.
Strategi Guardiola dan Respons Chelsea
Keputusan Pep Guardiola untuk membangkucadangkan Rayan Cherki di awal laga sempat menuai tanya, terutama setelah penggantinya, Omar Marmoush, tampil kurang efektif pada babak pertama.
Namun, Guardiola bergerak cepat dengan memasukkan Cherki di awal babak kedua. Perubahan taktik ini terbukti tepat karena kemampuan Cherki dalam menemukan ruang di lini tengah menjadi awal mula terciptanya gol Semenyo.
Di kubu lawan, manajer interim Chelsea, Calum McFarlane, mendapatkan apresiasi atas pendekatan taktiknya meskipun harus menerima kekalahan.

(Reaksi Pemain Chelsea Usia Kalah dari Man.City (Foto: The Guardian))
Skuad Chelsea yang mencatatkan rata-rata usia pemain termuda di final FA Cup sejak tahun 1991 (24 tahun 301 hari) sempat membuat City kesulitan mengembangkan permainan melalui disiplin lini tengah yang ketat.
Kekalahan ini menempatkan Chelsea dalam posisi sulit untuk mengamankan tiket kompetisi Eropa musim depan.
Berada di peringkat kesembilan klasemen sementara Premier League, Chelsea wajib memenangkan dua laga tersisa melawan Tottenham Hotspur dan Sunderland sembari bergantung pada hasil pertandingan tim lain.
Catatan Unik Erling Haaland
Meski memberikan assist bagi gol Semenyo, laga ini memperpanjang catatan unik bagi Erling Haaland.
Penyerang internasional Norwegia tersebut kini tercatat belum pernah mencetak gol dalam 10 penyerahan final besar bersama Manchester City, termasuk sembilan penampilannya di Stadion Wembley.
Haaland sempat mendapatkan peluang emas di babak pertama, namun tembakannya melebar dan satu golnya dianulir karena posisi offside.
Bagi Manchester City, yang kalah dalam dua final FA Cup sebelumnya dari Manchester United dan Crystal Palace, kemenangan ini menjaga asa mereka untuk meraih gelar Premier League musim ini, asalkan mampu menggeser posisi Arsenal di puncak klasemen dalam dua laga pamungkas.










