TVRINews, Gold Coast
Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (Ketum PBTI), Letjen TNI Richard Tampubolon, menyampaikan apresiasi tinggi dan mengucapkan selamat kepada tim Pelatnas Taekwondo Indonesia yang sukses membawa pulang medali dari ajang bergengsi WT President's Cup Oceania 2026 dan Australia Open di Gold Coast, Queensland, Australia.
Turnamen internasional berkategori Grade 3 (G3) dan Grade 2 (G2) yang berlangsung sepanjang 18 hingga 21 Juni 2026 ini diikuti oleh ratusan atlet elite dari berbagai penjuru dunia untuk memperebutkan poin ranking dunia. Indonesia sendiri menurunkan skuad efisien yang terdiri dari tiga atlet Kyorugi (tarung) dan satu atlet Poomsae (seni).
Penampilan paling impresif ditunjukkan oleh atlet kyorugi putra andalan Indonesia di kelas -54 kilogram, Aziz Hidayat Tumakaka. Pada ajang WT President's Cup Oceania G3, Aziz sukses mengamankan medali perunggu setelah menumbangkan wakil Jepang Ohara Keishin di perempat final, sebelum akhirnya dihentikan secara ketat oleh atlet Amerika Serikat Gun Youngsuk Ethan di semifinal.
Konsistensi performa Aziz kembali teruji pada turnamen berikutnya, Australia Open 2026 yang berstatus G2. Melalui pertarungan dramatis di babak semifinal melawan Chau Ngai Long asal Hong Kong, Aziz berhasil melaju ke partai puncak. Di babak final, ia harus puas membawa pulang medali perak setelah kalah tipis dari taekwondoin asal Brasil, De Moraes Giovanni Aubin, lewat drama tiga ronde.
Sementara itu, atlet kyorugi lainnya yakni Khavka Zhaviv (kelas -63 kg) dan Mhd Raihan Fadhilah (kelas -80 kg), serta M. Rizal di nomor individual Poomsae putra juga telah memberikan perlawanan maksimal, meskipun langkah mereka harus terhenti di babak penyisihan setelah menghadapi lawan-lawan kuat dari Taiwan dan Arab Saudi.
Manajer Pelatnas Taekwondo Indonesia, Adhy Ariansyah, menegaskan bahwa keikutsertaan tim Merah Putih dalam rangkaian kejuaraan di Australia ini merupakan bagian integral dari peta jalan pembinaan prestasi jangka panjang bagi para atlet nasional.
"President Cup G3 merupakan bagian penting dari program Pelatnas Taekwondo Indonesia dalam rangka mempersiapkan atlet menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada bulan Oktober serta SEA Games Kuala Lumpur 2027," kata Adhy Ariansyah dalam keterangan yang diterima, Senin 22 Juni 2026.
Adhy juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi Pelatnas dalam memberangkatkan tim ke luar negeri, sekaligus mengapresiasi dukungan moril dan materil dari internal organisasi.
"Di tengah berbagai keterbatasan anggaran dari Kementerian Pemuda dan Olahraga pada tahun ini, kami tetap berupaya menjalankan program secara optimal berkat dukungan penuh dari Ketua Umum PBTI beserta seluruh jajaran pengurus. Dukungan tersebut menjadi motivasi besar bagi tim untuk terus berjuang dan memberikan hasil terbaik bagi Indonesia," ujarnya menambahkan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBTI, Pino Indra, menilai atmosfer kompetisi di Gold Coast sangat ideal untuk menguji mental bertanding para atlet senior Indonesia sebelum diterjunkan ke multi-event yang lebih masif.
"Bagi atlet senior seperti Aziz Hidayat -54 kg dan Muhammad Raihan Fadhilah -80 kg, mengikuti kejuaraan President Cup Oceania and Australia Open ini dalam rangka mencari poin untuk meningkatkan ranking dunia dan menambah jam terbang bagi atlet taekwondo Indonesia," jelas Pino Indra.
Raihan satu medali perunggu dan satu medali perak dari benua kangguru ini menjadi modal berharga serta tolok ukur penting bagi PBTI. Evaluasi dari hasil kompetisi ini diharapkan mampu menyempurnakan strategi taktis tim taekwondo Indonesia agar dapat berbicara lebih banyak dan mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi internasional.










