TVRINews, Jakarta
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang juga Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai peluang Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia di masa depan tetap terbuka, meski penyelenggaraan turnamen saat ini cenderung dilakukan secara bersama oleh beberapa negara.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 antara Argentina melawan Austria di Media Center TVRI, Jakarta, Selasa, 23 Juni 2026 dini hari.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Utama LPP TVRI Fiki C. Satari beserta jajaran, serta Erick Thohir bersama jajarannya.
Menanggapi penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Erick mengatakan Indonesia pernah mencoba mengajukan diri sebagai tuan rumah bersama Australia untuk edisi 2034, namun kalah dari Arab Saudi.
“Ya kita sempat waktu itu bidding bersama Australia untuk yang 2034, tapi tentu kalah sama Saudi. Nah, yang berikutnya itu kan 2038. Saya tidak tahu apakah kesempatan Asia ada pada saat itu, karena kan habis Saudi. Akses berikutnya kalau empat tahun lagi, 2042,” ujar Erick, Selasa, 23 Juni 2026.
Menurutnya, peluang Asia kembali menjadi tuan rumah akan bergantung pada rotasi kawasan yang ditetapkan FIFA. Setelah Eropa dan Arab Saudi, kawasan lain seperti Afrika maupun Amerika Latin juga berpotensi mendapat giliran.
“Tetapi dengan sekarang 48 negara, saya rasa sulit untuk Piala Dunia dilakukan oleh satu negara saja. Kita bisa lihat Amerika saja yang begitu besar, dia bergandengan dengan Meksiko dan Kanada. Yang berikutnya juga bergandengan, Portugal, Maroko, dan Spanyol,” kata Erick.
Karena itu, Erick menilai Indonesia berpeluang mengajukan diri sebagai tuan rumah bersama negara-negara lain di kawasan.
“Jadi memang ya sepertinya kalau bidding kita mungkin apakah dengan Asia Tenggara atau mungkin dengan Oseania, Australia dan Selandia Baru, ya kita lihat nanti,” ucap Erick.
Meski demikian, Erick menegaskan bahwa peningkatan prestasi Timnas Indonesia tetap menjadi prioritas utama. Menurutnya, posisi ranking FIFA yang lebih baik akan memberikan keuntungan dalam berbagai kompetisi internasional.
“Yang jelas saat ini peluangnya semakin terbuka. Tetapi kembali, kita harus pelan-pelan juga menata ranking tim nasional kita mulai naik. Karena dengan kenaikan ranking nasional, itu juga memberikan akses lebih mudah untuk kita mendapatkan slot berkompetisi dengan lebih baik karena biasanya ada undian-undian,” tutur Erick,
Erick berharap peringkat Timnas Indonesia dapat terus meningkat hingga menembus 100 besar dunia.
“Nah ini kita masih coba menuju 100, dan tentu kesempatan yang kita sudah lakukan sebelumnya, kita lakukan lagi dengan ada Coach John Herdman sekarang. Kita coba sama-sama dan kita sudah lakukan dengan serius, tapi ya kita coba lagi. Italia saja yang saya favorit nggak lolos tiga kali,” tutur Erick.










