TVRINews - Zurich
Presiden FIFA, Gianni Infantino, dikabarkan menerima aliran dana tersembunyi senilai $1,72 juta (sekitar Rp30,8 miliar) dari entitas pengelola Piala Dunia 2026.
Kepemimpinan Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Gianni Infantino, kembali menjadi sorotan setelah laporan investigasi mengungkap adanya aliran dana sebesar $1,72 juta (kurs setara kurang lebih Rp30,8 miliar) yang sebelumnya tidak dipublikasikan.
Pembayaran tersebut dilaporkan berasal dari FWC2026, sebuah entitas yang berbasis di Amerika Serikat yang dibentuk khusus untuk mengelola operasional turnamen akbar Piala Dunia 2026.
Temuan finansial ini pertama kali mencuat melalui dokumen internal FIFA serta arsip Layanan Pendapatan Internal Amerika Serikat (Internal Revenue Service / IRS).
Publikasi data tersebut langsung memantik perdebatan sengit di kalangan pengamat sepak bola global terkait transparansi finansial dan tata kelola internal di tubuh organisasi yang berbasis di Zurich, Swiss, tersebut.
Kendati demikian, pihak otoritas tertinggi sepak bola dunia itu dengan tegas membantah segala tudingan miring yang diarahkan kepada kepemimpinan mereka.
Melalui pernyataan resmi yang dirilis juru bicara FIFA, organisasi tersebut menegaskan bahwa seluruh proses keuangan telah dikelola secara akuntabel.
"FIFA secara tegas menolak segala klaim yang menyebutkan bahwa kami gagal mengungkapkan informasi keuangan ataupun melanggar statuta organisasi," ujar juru bicara FIFA, sebagaimana dikutip dari laporan media asking seperti Vanguard, Selasa 13 Oktober 2026.
Lebih lanjut, pihak federasi juga menekankan bahwa pembukuan keuangan mereka telah diaudit secara independen oleh lembaga eksternal.
Seluruh deklarasi pajak yang dilaporkan dipastikan telah mematuhi regulasi ketat yang berlaku di Swiss, Amerika Serikat, serta yurisdiksi internasional lainnya.
Kontroversi terbaru ini hadir di tengah situasi yang semakin pelik bagi Infantino. Pria berkebangsaan Swiss-Italia itu dijadwalkan akan segera menggelar pertemuan tertutup dengan para anggota Dewan FIFA di Zurich guna membahas dinamika tata kelola serta aransemen finansial organisasi.
Tekanan politik internal juga kian terasa setelah sejumlah asosiasi sepak bola nasional melontarkan kritik terbuka terhadap arah kebijakan kepemimpinannya.
Meskipun badai kritik dan gelombang penolakan dari beberapa pejabat sepak bola terus bergulir, Infantino sejauh ini tetap bersikap teguh dan mengonfirmasi ambisinya untuk kembali maju sebagai kandidat dalam pemilihan presiden FIFA yang dijadwalkan pada Maret 2027 mendatang.










