TVRINews, Odense
Ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum mengawali langkah di Denmark Open 2026 dengan kemenangan dua gim langsung atas wakil Taiwan, Chang Ching Hui/Yang Ching Tun. Pasangan unggulan kelima itu menang 21-18, 21-18 di Arena Fyn, Odense, Kamis, 15 Oktober 2026.
Rachel/Febi mengaku masih membutuhkan adaptasi pada pertandingan pertama, terutama untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan dan karakter shuttlecock yang melaju cepat. Meski demikian, mereka mampu menjaga permainan hingga memastikan tiket ke babak 16 besar.
“Puji Tuhan bisa selesai tanpa cedera apa pun. Karena ini partai pertama, partai awal jadi tadi masih menyesuaikan dengan kondisi lapangan dan shuttlecock. Adaptasi dengan laju bola yang kencang belum terlalu maksimal,” kata Rachel dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Kamis, 15 Oktober 2026.
Kemenangan tersebut menjadi modal awal bagi Rachel/Febi untuk melanjutkan persaingan di turnamen BWF World Tour Super 750 tersebut. Mereka pun memilih fokus menghadapi babak berikutnya sebelum memikirkan kemungkinan bertemu lawan yang lebih berat.
Rachel menilai persaingan ganda putri tetap ketat meski sejumlah pasangan unggulan, seperti Liu Sheng Shu/Tan Ning dan Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian dari China, serta Lee So Hee/Baek Ha Na dari Korea Selatan, absen dari turnamen.
Ia menyebut Rachel/Febi berpotensi berhadapan dengan pasangan Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, jika mampu melewati pertandingan berikutnya. Pasangan Indonesia itu masih memburu kemenangan pertama atas wakil Malaysia tersebut.
“Absennya Liu Sheng Shu/Tan Ning, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian (China) dan Lee So Hee/Baek Ha Na (Korea) tidak mengurangi persaingan di ganda putri. Kami kalau lancar kemungkinan akan bertemu Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia). Kami belum pernah menang dari mereka jadi tidak ada yang mudah,” ujar Rachel.
Febi juga mengungkapkan masih ada sejumlah hal yang perlu diperbaiki dari penampilan mereka pada laga pembuka. Selain membiasakan pukulan dengan kondisi pertandingan, ia mengaku sempat terganggu oleh pencahayaan di lapangan ketiga yang terasa menyilaukan.
“Tadi kami masih ngenakin pukulan-pukulan dulu dan saya ada terkendala lampu yang agak silau di lapangan tiga,” ucap Febi.
Meski sudah memikirkan kemungkinan bertemu Pearly/Thinaah, Febi menegaskan bahwa prioritas utama mereka saat ini adalah mengamankan tempat di babak 16 besar sebelum menyusun strategi untuk laga selanjutnya.
Jika pertemuan dengan pasangan Malaysia benar-benar terjadi, Rachel/Febi berencana mengevaluasi hasil pertemuan sebelumnya dan berdiskusi dengan pelatih untuk menentukan pendekatan permainan yang tepat.
“Kami mau fokus ke 16 besar dulu baru memikirkan laga selanjutnya. Bila nanti bertemu mereka (Pearly/Thinaah) pastinya kami mau mempersiapkan yang terbaik, evaluasi dari pertemuan-pertemuan sebelumnya dan diskusi juga dengan pelatih strateginya bagaimana,” tutur Febi.
Kemenangan pada laga pertama memberi Rachel/Febi kesempatan melanjutkan perjuangan di Denmark Open 2026. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi permainan sekaligus memaksimalkan adaptasi terhadap kondisi lapangan demi melangkah lebih jauh di turnamen tersebut.










