TVRINews, Jakarta
Pelatih Timnas Football 7 Indonesia Socrates Matulessy menegaskan proses pembentukan tim nasional dilakukan dengan mengandalkan pemain dari ekosistem liga domestik, khususnya Mini Soccer Super League (MSL).
Socrates menilai transisi dari futsal ke Football 7 tidak membutuhkan banyak penyesuaian. Dengan pengalaman hampir 15 tahun di futsal, ia melihat karakter permainan kedua cabang tersebut memiliki banyak kesamaan.
“Sebenernya sih nggak jauh beda lah. Karena saya di futsal itu hampir 15 tahun. Terus pensiun, tiga tahun terakhir ini saya main di Timnas Mini Soccer. Jadi sebenernya nggak jauh beda, karena bentuk lapangannya hampir sama, cuma jumlah pemainnya lebih banyak,” ujar Socrates kepada wartawan termasuk tvrinews.com yang dikutip pada Jumat, 1 Mei 2026.
Menurutnya, TimnasFootball 7 membutuhkan pemain dengan kemampuan adaptasi yang seimbang antara sepak bola dan futsal.
“Kalau dibilang pure sepak bola harus main mini soccer itu nggak juga. Kalau pure futsal juga nggak cukup. Jadi kayak 50-50. Harus bisa dua-duanya,” ucap Socrates.
Keterlibatan Socrates di Timnas Football 7 bermula sejak dipercaya menangani Garuda MSL oleh Sekjen federasi, Lutpi Ginanjar. Tim tersebut sempat tampil di ajang Four Nations melawan Malaysia, Singapura, dan Taiwan, serta meraih posisi runner-up.
“Pemainnya benar-benar dari komunitas, bukan pemain liga profesional. Itu jadi pengalaman pertama mereka dan cukup bagus,” kata Socrates.
Ke depan, Timnas Football 7 Indonesia akan tampil di ajang Intercontinental Cup di Roma, Italia, pada 30 Juli hingga 3 Agustus 2026. Turnamen tersebut juga menjadi bagian dari jalur kualifikasi menuju Piala Dunia Football 7 tahun 2027.
Untuk membentuk skuad terbaik, tim pelatih akan melakukan seleksi berjenjang dari berbagai kompetisi yang sedang berjalan di sejumlah kota.
“Kita nggak mau ambil pemain dari luar. Kita mau dari liga yang kita punya, dari Liga 1, Liga 2, sampai corporate. Nanti kita seleksi sampai dapat yang terbaik,” tutur Socrates.
Proses seleksi sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu dan akan berlangsung hingga akhir Juni 2026. Setelah itu, pemain terpilih akan menjalani pemusatan latihan (TC) di Jakarta.
“Rencananya awal Juni sampai akhir Juli kita TC, baru berangkat ke Roma,” kata Socrates.
Selain Jakarta, kompetisi Football 7 juga digelar di sejumlah kota seperti Bandung, Medan, dan Surabaya. Socrates memastikan dirinya akan turun langsung memantau pemain potensial di berbagai daerah.
Dalam struktur organisasi, Dudung Abdurachman menjabat sebagai ketua federasi. Sementara itu, mantan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong ditunjuk sebagai penasihat pelatih dan tidak terlibat langsung dalam aspek teknis di lapangan.
Indonesia Football 7 Federation menyatakan bahwa mereka terafiliasi dengan International Football 7 Federation (FIF7), organisasi yang berdiri sejak 2011 dan memiliki anggota lebih dari 50 negara.










