TVRINews – Washington DC
Presiden Donald Trump Mengonfirmasi Keikutsertaan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 Usai Jaminan FIFA
Ketidakpastian mengenai partisipasi Iran dalam putaran final Piala Dunia 2026 akhirnya menemui titik terang.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump,Kamis 30 April 2026 waktu setempat menyatakan secara terbuka bahwa dirinya memberikan lampu hijau bagi tim nasional Iran untuk bertanding di wilayah Amerika Serikat musim panas mendatang.
Pernyataan ini muncul menyusul penegasan dari Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang menjamin bahwa skuad Team Melli akan tetap berkompetisi sesuai jadwal, meskipun ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah tengah meningkat.
Restu dari Gedung Putih
Dalam sebuah sesi tanya jawab di Oval Office, Presiden Trump merespons komitmen yang disampaikan oleh otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut. Trump mengisyaratkan bahwa koordinasi dengan FIFA menjadi kunci dari keputusan ini.
"Jika Gianni [Infantino] sudah mengatakannya, saya setuju," ujar Trump kepada para wartawan. "Anda tahu? Biarkan mereka bermain."
Sikap akomodatif ini terbilang krusial, mengingat status Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah utama bersama Kanada dan Meksiko. Sebelumnya, keikutsertaan Iran sempat dibayangi keraguan menyusul dinamika konflik yang melibatkan kekuatan regional di Timur Tengah sejak awal tahun ini.
Penegasan Otoritas FIFA
Di tempat terpisah, Presiden FIFA Gianni Infantino memanfaatkan forum Kongres FIFA ke-76 di Vancouver untuk meredam spekulasi.
Ia menolak usulan pejabat Iran sebelumnya yang sempat meminta pemindahan lokasi pertandingan grup dari Amerika Serikat ke Meksiko.
"Izinkan saya menegaskan sejak awal, bahwa Iran tentu saja akan berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA 2026," tegas Infantino di hadapan para delegasi sepak bola dunia. "Dan tentu saja, Iran akan bertanding di Amerika Serikat."
Keputusan ini diambil di tengah situasi diplomatik yang kompleks. Delegasi Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) dilaporkan menjadi satu-satunya anggota yang absen dalam kongres tersebut.
Hal ini terjadi setelah insiden di perbatasan Kanada, di mana Presiden FFIRI, Mehdi Taj, dan koleganya memutuskan kembali ke Teheran menyusul kendala prosedur imigrasi dengan otoritas Kanada.
Persiapan di Grup G
Terlepas dari hambatan birokrasi dan ketegangan politik, agenda olahraga tetap berjalan sesuai rencana.
Tim nasional Iran dijadwalkan akan bermarkas di Tucson, Arizona, selama turnamen berlangsung.
Berdasarkan jadwal resmi, Iran tergabung dalam Grup G dan akan bersaing dengan:
• Selandia Baru
• Belgia
• Mesir
Laga perdana Iran dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni di Los Angeles, menghadapi Selandia Baru.
Penegasan dari Gedung Putih dan FIFA ini sekaligus memastikan bahwa gelaran sepak bola terbesar di dunia tersebut akan tetap mengedepankan aspek sportivitas di atas perselisihan diplomatik antarnegara.










