TVRINews, Jakarta
Ganda Putra Indonesia Muhammad Shohibul Fikri datang ke Indonesia Open 2026 dengan bekal kepercayaan diri tinggi setelah kembali menembus final di Singapore Open pekan lalu.
Meski harus puas menjadi runner-up, hasil tersebut membuat Fikri semakin yakin bahwa dirinya bersama Fajar Alfian mampu bersaing di level tertinggi dunia.
Pasangan Fajar/Fikri memang tengah menunjukkan konsistensi yang impresif sepanjang musim 2026. Namun, di balik performa tersebut masih ada satu pekerjaan rumah yang belum terselesaikan, yakni mengakhiri rentetan hasil runner-up.
Fikri mengakui pencapaian di Singapore Open menjadi modal penting untuk menghadapi Indonesia Open yang digelar di Istora Senayan, pada 2-7 Juni 2026 mendatang.
"Dengan hasil kemarin final, walaupun masih runner-up, itu membuat saya pribadi menjadi lebih percaya diri lagi bahwa saya dan Fajar ternyata bisa bersaing," kata Fikri kepada wartawan termasuk tvrinews.com di Jakarta, Senin, 1 Juni 2026.
Ia berharap tren positif tersebut bisa berlanjut di hadapan publik sendiri.
"Semoga di Indonesia Open ini kita bisa menampilkan hasil yang lebih baik lagi dari pertandingan sebelumnya. Harapannya semoga bisa juara," ujar Fikri.
Meski tampil konsisten hingga babak akhir turnamen, Fikri masih dibayangi catatan kurang ideal di partai puncak. Saat berpasangan dengan Bagas Maulana, ia sempat mengalami rentetan tujuh kekalahan di final setelah menjuarai All England 2022, yakni Orleans Masters 2023, Thailand Open 2023, Denmark Open 2023, French Open 2023, dan Swiss Open 2024.
Situasi serupa kembali terjadi bersama Fajar Alfian. Sejak meraih gelar China Open 2025, pasangan Fajar/Fikri telah lima kali mencapai final namun belum berhasil mengangkat trofi juara di Korea Open 2025, Denmark Open 2025, French Open 2025, Australian Open 2025, dan Singapore Open 2026.
Fikri mengaku menyadari adanya sorotan terhadap performanya di laga final. Namun, ia menegaskan tidak ingin terlalu larut dalam tekanan tersebut.
"Saya juga menyadari akan hal itu. Saya sudah beberapa kali final tapi memang gagal," kata Fikri.
Menurut Fikri, dirinya selalu berusaha memberikan kemampuan terbaik di setiap pertandingan. Namun sejauh ini hasil yang diharapkan belum berpihak kepadanya.
"Saya sudah berjuang semaksimal mungkin dengan kemampuan saya. Saya selalu usaha semaksimal mungkin, selalu berdoa. Tapi mungkin memang rezekinya belum," ucap Fikri.
Meski demikian, pemain kelahiran Bandung itu memastikan tidak akan menyerah untuk mengejar gelar berikutnya.
"Saya tidak akan menyerah, akan selalu berusaha terus untuk melewati masa sulit itu," tutur Fikri.
Ia juga melihat pencapaian rutin menembus final sebagai sesuatu yang patut disyukuri.
Baginya, kemampuan untuk terus berada di perebutan gelar menunjukkan bahwa kualitas permainan mereka masih berada di jalur yang tepat.
"Saya selalu bersyukur dan sangat senang bisa kembali ke final, tidak kalah di babak-babak awal atau babak dua. Itu juga sudah menjadi kebanggaan untuk saya, tapi tidak membuat saya cepat puas. Saya akan terus berjuang untuk bisa mendapatkan juara pertama saya lagi," ujar Fikri.
Selain tantangan mental di partai final, Fikri juga harus menjaga performa agar tidak mengalami penurunan setelah tampil hingga laga terakhir di Singapore Open.
Ia menegaskan bahwa dirinya dan Fajar sudah memiliki pola persiapan yang dirancang untuk menjaga performa tetap stabil di tengah jadwal turnamen yang padat.
Menurut Fikri, selama tampil di Singapore Open mereka tetap menjalani program latihan seperti biasa untuk menjaga kondisi fisik dan kualitas permainan.
"Walaupun kami bertanding di Singapore, kami tetap mengisi dengan latihan rutin seperti biasa. Itu untuk menjaga fisik dan teknik kami juga," ujar Fikri.
Sekembalinya ke Jakarta, Fajar/Fikri juga mendapat dukungan penuh dari tim pendukung PBSI untuk mempercepat proses pemulihan.
"Sekarang juga sudah pulang ke sini, kami punya banyak tim support. Ada fisioterapis, masseur, dan lainnya. Kami dibantu oleh mereka sehingga kondisi badan tetap fresh," kata Fikri.










