TVRINews, Jakarta
Sektor ganda putri Indonesia perlahan mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Di tengah proses regenerasi yang masih berlangsung, pasangan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti menjadi salah satu pasangan yang mulai memberikan harapan baru.
Selain Tiwi/Fadia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari juga diharapkan memberikan tren positif menuju Olimpiade Los Angeles 2028 mendatang.
Menjelang Indonesia Open 2026, Fadia menilai perjalanan bersama Tiwi sejauh ini menunjukkan perkembangan yang positif.
Meski baru dipasangkan dalam beberapa bulan terakhir, keduanya mampu mencatat sejumlah hasil yang menjanjikan dan terus memperlihatkan kemajuan di level internasional.
Menurut Fadia, pertandingan melawan pasangan Korea Selatan Baek Ha-na/Lee So-hee akan menjadi tolok ukur penting untuk melihat sejauh mana perkembangan mereka sebagai pasangan baru.
"Progresnya dari Januari saat Indonesia Masters sampai enam bulan setelahnya menuju Indonesia Open cukup terasa. Besok juga ketemunya Baek Ha-na dan Lee So-hee. Jadi itu mungkin tolok ukur untuk kita berdua mengukur sampai di mana level kita," kata Fadia kepada wartawan termasuk tvrinews.com di Jakarta, Senin, 1 Juni 2026.
Pasangan Indonesia itu sebelumnya pernah mengalahkan Baek/Lee pada Kejuaraan Asia atau Badminton Asia Championships (BAC). Hasil tersebut menjadi modal berharga untuk menghadapi laga berikutnya.
"Pastinya kemarin sempat lawan mereka di BAC dan menang. Semoga itu menjadi modal untuk besok melawan mereka," ujar Fadia.
Sebagai pemain yang dalam beberapa tahun terakhir kerap berganti pasangan, Fadia mengaku sudah terbiasa menghadapi dinamika tersebut.
Menurutnya, bongkar-pasang pasangan merupakan hal yang lumrah di sektor ganda, terutama ketika sebuah negara sedang mencari kombinasi terbaik.
"Kalau dari saya, apalagi pemain ganda, dibongkar pasang itu hal biasa," ucap Fadia.
Ia menilai sektor ganda putri Indonesia memang sedang berada dalam fase pembangunan kembali setelah berakhirnya era pasangan-pasangan yang pernah menjadi tulang punggung Indonesia, seperti Greysia Polii/Apriyani Rahayu maupun Apriyani/Fadia.
Saat ini hampir seluruh pasangan ganda putri Indonesia merupakan kombinasi baru yang masih mencari bentuk permainan terbaiknya.
"Karena mungkin terakhir ganda putri kan habis Kak Greysia/Apri, habis itu Apri/Fadia. Dan sekarang ini ganda putri pasangan baru semua dan kita semua sedang berproses," tutur Fadia.
Sehingga, Fadia berharap proses regenerasi yang sedang berjalan dapat menghasilkan pasangan-pasangan yang mampu kembali bersaing di level elite dunia. Ia ingin Indonesia kembali memiliki ganda putri andalan yang mampu menjadi penantang gelar di turnamen-turnamen besar.
"Doakan saja semoga semua ganda putri bisa masuk ke top level lagi dan punya andalan lagi," kata Fadia.










