TVRINews, Jakarta
Pencabutan sanksi FIFA terhadap Indonesia membuka kembali ruang bagi kehadiran suporter tandang atau suporter away dalam kompetisi sepak bola nasional. Namun, penerapannya tetap disertai sejumlah ketentuan, termasuk pertimbangan keamanan dan izin kepolisian.
Direktur Utama PT I.League Ferry Paulus mengatakan kembalinya suporter away merupakan hasil dari proses panjang yang dilakukan operator kompetisi selama sekitar satu tahun terakhir.
Menurut Ferry, I.League telah menyampaikan proposal dan tujuan penerapan kembali suporter tandang kepada FIFA. FIFA kemudian memberikan persetujuan dengan catatan klub dan suporter harus mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan.
"Ya, ini merupakan perjalanan panjang yang terus kami jalankan, terutama dalam satu tahun terakhir. Kalau dikaitkan dengan suporter, bisa dibilang selama ini aktivitasnya sangat minim," ujar Ferry, Selasa, 11 Agustus 2026.
Ia mengatakan terdapat sejumlah batasan yang harus dipatuhi untuk menjaga keberlangsungan kebijakan suporter away. Larangan tertentu juga tetap berlaku sesuai dengan kondisi pertandingan.
"FIFA memberikan restu dengan catatan suporter klub juga harus mematuhi segala hal yang sudah kami sampaikan kepada seluruh klub. Ada batasan-batasan yang harus dipatuhi dan larangan-larangan yang harus dijaga," kata Ferry.
Selain regulasi suporter, I.League juga telah menyiapkan sistem pembelian tiket melalui Soba Liga. Sistem tersebut telah diverifikasi oleh kepolisian dan dibagikan kepada klub untuk diuji coba.
Ferry mengatakan sistem tersebut telah berjalan dengan baik setelah sejumlah infrastruktur pendukung diperbaiki. Menurutnya, keberadaan suporter away dapat memberikan manfaat bagi klub sekaligus meningkatkan daya saing pertandingan.
"Kami percaya diri memberikan ruang kepada klub untuk mendapatkan benefit dan exposure. Yang tidak kalah penting, kehadiran suporter away juga akan memberikan daya saing dan tekanan bagi klub itu sendiri," ucap Ferry.
Meski demikian, Ferry menegaskan izin kehadiran suporter tandang tidak berlaku secara mutlak untuk seluruh pertandingan. Keputusan akhir tetap mempertimbangkan aspek keamanan dan perizinan dari kepolisian.
Khusus pertandingan yang memiliki tingkat rivalitas tinggi, suporter away dapat dilarang hadir berdasarkan hasil penilaian keamanan dan informasi intelijen kepolisian.
"Memang digarisbawahi, khusus untuk klub-klub yang memiliki rivalitas tinggi atau terdapat indikasi berdasarkan informasi intelijen, pertandingan tertentu dapat melarang kehadiran suporter away," tutur Ferry.
Ia mencontohkan pertandingan Arema FC Malang melawan Persebaya serta Persija Jakarta melawan Persib Bandung sebagai laga dengan tingkat rivalitas tinggi yang berpotensi menerapkan pembatasan suporter tandang.








