TVRINews – Zurich
Aliansi Benua Hitam tetap solid di belakang Presiden FIFA jelang pemilihan 2027, meski gelombang penolakan dari Eropa menguat akibat kontroversi rencana investasi komersial.
Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) memastikan dukungan penuh bagi kepemimpinan Gianni Infantino untuk masa jabatan 2027-2031. Solidaritas dari 54 asosiasi anggota CAF ini menjadi benteng pertahanan penting bagi sang Presiden FIFA di tengah memanasnya dinamika politik sepak bola global.
Ketegangan bermula ketika sejumlah federasi sepak bola Eropa, termasuk Inggris, Jerman, dan Belanda, menarik dukungan mereka. Penolakan tersebut dipicu oleh kontroversi seputar rencana pendirian perusahaan komersial FIFA Forward Enterprise senilai USD 20 miliar, yang menuai kritik tajam terkait tata kelola dan keterlibatan investor swasta hingga akhirnya terpaksa dibatalkan.
Kendati demikian, daya tarik finansial yang ditawarkan FIFA menjadi penyeimbang yang kuat, khususnya bagi negara-negara berkembang. Dalam rancangan sebelumnya, FIFA menjanjikan alokasi dana hingga USD 40 million bagi setiap asosiasi anggota yang berpartisipasi untuk siklus 2027-2030, sebuah suntikan modal krusial untuk pembangunan infrastruktur sepak bola lokal.
"Malawi membutuhkan dana, Malawi membutuhkan stadion," ujar Presiden Asosiasi Sepak Bola Malawi, Fleetwood Haiya, saat menyuarakan pentingnya dukungan terhadap peningkatan investasi FIFA guna memajukan ekosistem sepak bola domestic MInggu 9 Agustus 2026
Di tingkat regional, Maroko, Mesir, dan Republik Demokratik Kongo tampil sebagai motor penggerak utama di Afrika yang secara terbuka mendeklarasikan dukungan bagi Infantino, disusul oleh Niger, Mauritania, dan Komoros. Di sisi lain, kekuatan tradisional sepak bola benua tersebut seperti Nigeria, Afrika Selatan, Aljazair, Senegal, Ghana, dan Kamerun memilih bersandar pada mandat kolektif CAF tanpa menyampaikan pernyataan terpisah.
Dengan menguasai sekitar 25,6 persen dari total 211 suara di Kongres FIFA, blok Afrika kini memegang peran strategis sebagai penentu arah pemilihan presiden mendatang. Posisi tawar Infantino turut ditopang oleh performa finansial lembaga yang dipimpinnya, termasuk capaian pendapatan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko yang melampaui proyeksi awal hingga menyentuh angka USD 15 miliar.









