TVRINews, Jakarta
Timnas Indonesia berpeluang tampil dengan kekuatan terbaik pada FIFA ASEAN Cup 2026. Sejumlah pemain Indonesia yang berkarier di klub-klub luar negeri berpotensi bergabung dengan skuad Garuda, karena turnamen tersebut masuk dalam kalender FIFA Matchday.
FIFA ASEAN 2026 dijadwalkan berlangsung pada 21 September hingga 3 Oktober 2026. Indonesia menjadi tuan rumah pada penyelenggaraan perdana turnamen yang mempertemukan negara-negara di kawasan Asia Tenggara tersebut.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan status FIFA Matchday menjadi keuntungan bagi Timnas Indonesia karena memungkinkan pemain yang berkarier di luar negeri untuk bergabung dengan tim nasional.
Sebut saja, Jay Idzes, Calvin Verdonk, Maarten Paes, Emil Audero, Joey Pelupessy, Ole Romeny, hingga Miliano Jonathans bisa menerima panggilan dari John Herdman.
"Kan memang masing-masing pelatih punya targetnya masing-masing dan pasti Kemenpora, PSSI akan mendukung target yang dilakukan dari masing-masing kepelatihan," ujar Erick dalam keterangan tertulis yang dikutip oleh tvrinews.com, Selasa, 11 Agustus 2026.
"Kita melihat yang unik dari FIFA ASEAN ini dimasukkan menjadi kalender FIFA Matchday yang digabungkan di bulan September dan Oktober. Kalau melihat seperti ini pasti kan semua pemain terbaik Indonesia bisa hadir dan kita harapkan prestasinya bisa maksimal," ucap Erick menambahkan.
Menurut Erick, status FIFA Matchday memberikan kepastian lebih besar bagi tim nasional dalam memanggil pemain yang memperkuat klub di luar negeri. Kondisi tersebut berbeda jika pertandingan atau turnamen tidak masuk kalender resmi FIFA.
"Khususnya untuk FIFA ASEAN, karena ini di kalender FIFA, kita bisa memberikan tim terbaik yang kita punya. Karena kalau di luar kalender FIFA, ya kita harus mengerti, tidak mudah bagi klub-klub memberikan keleluasaannya untuk bergabung," kata Erick.
Selain peluang menurunkan skuad terbaik, status Indonesia sebagai tuan rumah juga dinilai memberikan keuntungan dari sisi pengalaman bertanding. Timnas Indonesia akan mendapatkan kesempatan menghadapi lawan-lawan dari kawasan Asia Tenggara di hadapan pendukung sendiri.
Erick mengatakan penyelenggaraan turnamen di Indonesia dapat menjadi bagian dari upaya PSSI memberikan lebih banyak pertandingan berkualitas kepada Timnas Indonesia.
"Menjadi tuan rumah itu juga bagian kita membangun kesempatan tim kita untuk mendapatkan pertandingan-pertandingan terbaik. Seperti contoh kemarin, tim nasional kita bertanding dengan Bulgaria, enggak mudah. Terakhir tim nasional kita bertanding dengan Argentina. Hal-hal seperti ini yang tentu kita dorong supaya peningkatan dari tim nasional bisa terlihat," tutur Erick.








