TVRINews, Jakarta
PSSI resmi meluncurkan kompetisi sepak bola wanita bertajuk Indonesia Women’s League (IWL). Kompetisi tersebut menjadi langkah baru dalam pengembangan ekosistem sepak bola wanita di Indonesia.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan IWL dirancang sebagai kompetisi jangka panjang yang tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan liga, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem sepak bola wanita yang berkelanjutan.
"Sepak bola wanita tidak pernah dinomorduakan oleh kepengurusan PSSI saat ini. Kita tidak ingin liga ini lahir hanya untuk pencitraan lalu mati di kemudian hari. Ini adalah komitmen jangka panjang, dibangun dengan kalkulasi matang agar ekosistem dan klub peserta bisa terus sustainable," kata Erick saat peluncuran IWL di kantor I.League, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.
IWL dijadwalkan memulai kompetisi pada 17 Oktober 2026 dengan menggunakan format centralized stadium di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta.
Pada musim perdana, kompetisi tersebut diikuti enam klub dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), yakni Bekasi FC, Persikad Depok, Dewa United, Persija Jakarta, Persita Tangerang, dan Garuda Yaksa.
Komisaris PT Liga Indonesia Putri sekaligus anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Vivin Cahyani Sungkono menyambut peluncuran kompetisi tersebut. Menurutnya, penyelenggaraan liga secara konsisten dapat menjadi ruang bagi pemain wanita untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperkuat pembinaan tim nasional.
"Kami punya kerinduan yang sangat besar untuk menyelenggarakan Liga Putri secara konsisten. Pemain kita di seluruh Nusantara kini sedang bersukacita; mentalitas dan skills mereka akan terus diasah untuk menjadi pilar Timnas masa depan," ujar Vivin.
Dukungan terhadap penyelenggaraan IWL juga disampaikan operator kompetisi. Direktur Utama PT I.League Ferry Paulus mengatakan pihaknya menyiapkan mekanisme penyelenggaraan agar kompetisi dapat berjalan secara profesional dan klub peserta memiliki kondisi finansial yang sehat.
"Kami di I.League berkomitmen penuh memastikan IWL berjalan profesional. Kami telah menyiapkan skema subsidi yang proporsional agar klub peserta dapat mengarungi kompetisi dengan sehat secara finansial," ucap Ferry.
CEO Indonesia Women’s League Teddy Tjahjono menjelaskan sejumlah konsep yang akan diterapkan pada musim perdana. Salah satunya adalah konsep sports festival yang menggabungkan pertandingan sepak bola wanita dengan sejumlah aktivitas pendukung.
Selain itu, penyelenggara menerapkan sistem drafting pemain untuk membantu menjaga keseimbangan kekuatan enam klub peserta.
"Kami menerapkan konsep sports festival yang menggabungkan pertandingan putri dengan beberapa modifikasi menarik. Sistem drafting pemain juga telah kami lakukan untuk memastikan pemerataan kekuatan di antara enam tim peserta, sehingga kompetisi berjalan kompetitif sejak hari pertama," tutur Teddy.
Peluncuran IWL menjadi bagian dari upaya membangun kompetisi sepak bola wanita yang lebih terstruktur di Indonesia. Dengan adanya kompetisi reguler, pemain wanita diharapkan memiliki lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan pengalaman bertanding dan berkembang menuju level yang lebih tinggi.








