TVRINews, Surabaya
PSBS Biak dipastikan menjadi tim pertama yang terdegradasi ke Championship (Liga 2) 2026/27 setelah menelan kekalahan telak 0-4 dari tuan rumah Persebaya dalam lanjutan Super League (Liga 1) 2025/26, Sabtu, 2 Mei 2026 kemarin.
Hasil ini membuat tim berjuluk Badai Pasifik tetap terpuruk di dasar klasemen dengan 18 poin. Secara matematis, PSBS sudah tidak mungkin keluar dari zona degradasi meski masih menyisakan tiga pertandingan.
Asisten pelatih PSBS Kahudi Wahyu tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya meski harus menerima kenyataan pahit tersebut.
Ia juga memuji penampilan Persebaya yang dinilai tampil solid sepanjang pertandingan.
"Saya ucapkan selamat untuk Persebaya dan menurut saya pertandingan ini berlangsung menarik," kata Kahudi dalam keterangan tertulis yang dikutip oleh tvrinews.com, Minggu, 3 Mei 2026.
"Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pemain saya. Kalian bisa melihat wajah saya tidak ada sedihnya meskipun kalah? Karena saya melihat anak-anak saya ini bermain luar biasa," ujar Kahudi menambahkan.
Kahudi mengakui ada faktor pembeda yang cukup mencolok antara kedua tim, terutama dari sisi fisik yang berpengaruh pada permainan.
"Secara taktikal kami melihat ada masalah di transisi negatif. Itu yang dipengaruhi oleh faktor fisik. Kualitas fisik pemain Persebaya nampak di atas kami," ucap Kahudi.
Kekalahan ini sekaligus menutup peluang PSBS untuk bertahan di kasta tertinggi. Performa yang belum konsisten sepanjang musim membuat mereka harus menerima kenyataan turun kasta lebih cepat dibanding tim lain.
Sementara itu, terdapat dua tim yang dipastikan promosi ke Liga 1 musim depan, yakni masing-masing juara grup Liga 2, Garudayaksa FC dan PSS Sleman. Satu tiket tersisa akan diperebutkan dalam laga play-off antara Adhyaksa FC Banten dengan Persipura Jayapura.










