TVRINews – Tokyo, Jepang
Taklukkan Nakatani, The Monster Pertahankan Gelar Juara Dunia Sejati.
Naoya Inoue menegaskan statusnya sebagai salah satu petinju terbaik lintas divisi setelah berhasil mempertahankan gelar juara dunia kelas bantam super tak terbantahkan (undisputed).
Dalam laga yang disebut sebagai pertarungan terbesar dalam sejarah tinju Jepang, Inoue meraih kemenangan angka mutlak (unanimous decision) atas kompatriotnya, Junto Nakatani, di Tokyo Dome, Sabtu 2 Mei 2026 malam waktu setempat.
Dihadapan 55.000 penonton yang memadati stadion, tiga hakim memberikan keunggulan bagi Inoue dengan skor 116-112, 115-113, dan 116-112.
Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan petinju berjuluk "The Monster" tersebut menjadi 28 kemenangan beruntun dalam perebutan gelar juara dunia.
"Pertarungan ini berbeda dari yang pernah saya jalani sebelumnya, terutama dengan tekanan yang ada. Saya merasa lega bisa menang," ujar Inoue usai laga, sebagaimana dikutip dari laporan AP Sport di Tokyo.
Jalannya Pertandingan yang Alot
Laga dimulai dengan tensi tinggi sejak ronde pertama. Inoue tampil agresif sejak awal, namun Nakatani yang baru saja naik kelas dan memiliki keunggulan jangkauan mampu memberikan perlawanan sengit di pertengahan laga.
Nakatani, yang dikenal dengan julukan "Big Bang", menggunakan postur tubuhnya untuk menjaga jarak dan menahan gempuran Inoue.
Namun, momentum Nakatani sempat terhambat pada ronde ke-10 setelah terjadi benturan kepala yang tidak disengaja. Insiden tersebut mengakibatkan luka robek di atas mata sang penantang, yang secara signifikan memengaruhi ritme permainannya di ronde-ronde terakhir.
"Saya menjalankan rencana yang telah saya siapkan sebelumnya, yaitu tetap fokus untuk menang dan memastikan saya keluar sebagai juara," tambah Inoue.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada lawannya, "Nakatani adalah petinju dengan mental yang kuat. Fakta bahwa ia berada di peringkat 10 besar pound-for-pound membuat kemenangan ini sangat berharga."
Penghormatan di Atas Ring
Meskipun bertarung dengan intensitas tinggi, kedua petinju menunjukkan sportivitas luar biasa dengan saling melempar senyum dan melakukan fist bump di sepanjang laga.
Nakatani, yang kini memiliki rekor 32-1 (24 KO), mengakui keunggulan sang juara bertahan.
"Saya telah mempersiapkan diri untuk berbagai kemungkinan, jadi saya tidak terlalu terkejut dengan cara dia bertarung," kata Nakatani. "Namun, dia bertarung layaknya seorang juara sejati. Dia adalah petinju yang hebat."
Kemenangan ini memperbaiki catatan profesional Inoue menjadi 33 kemenangan dengan 27 di antaranya diraih lewat KO. Bagi Inoue, malam di Tokyo Dome tersebut bukanlah akhir dari perjalanannya.
"Malam ini bukanlah titik akhir dari karier tinju saya. Masih ada waktu untuk menciptakan lebih banyak momen legendaris lainnya," tegas petinju berusia 33 tahun tersebut.
Pertarungan ini menandai kali kedua Inoue berlaga di Tokyo Dome setelah kemenangannya atas Luis Nery pada Mei 2024, mengukuhkan dominasinya sebagai ikon olahraga di Negeri Matahari Terbit.










