TVRINews – Boston
Philadelphia 76ers mencetak sejarah setelah membalikkan keadaan dari tertinggal 3-1 untuk mengeliminasi Boston Celtics di Game 7.
Joel Embiid tampil dominan untuk membawa Philadelphia 76ers melangkah ke semifinal Wilayah Timur setelah menundukkan tuan rumah Boston Celtics 109-100 pada laga penentu Game 7, Sabtu 2 April 2026 malam waktu setempat.
Kemenangan ini sekaligus memastikan langkah 76ers untuk menantang New York Knicks di putaran kedua.

(Joel Embiid saat menambah angka untuk timnya (Foto: BBC Sport))
Embiid, yang baru kembali memperkuat tim dalam tiga laga terakhir setelah pulih dari operasi usus buntu darurat, membukukan catatan impresif dengan 34 poin, 12 rebound, dan enam assist.
Performa gemilang tersebut didukung oleh Tyrese Maxey yang menyumbangkan 30 poin dan 11 rebound bagi tim tamu.
Kemenangan ini mencatatkan tinta emas dalam sejarah waralaba Philadelphia. Untuk pertama kalinya, 76ers mampu bangkit dari defisit seri 3-1 sebuah pencapaian yang hanya pernah dilakukan oleh 14 tim sepanjang sejarah NBA.
"Kami berhasil mengatasi tekanan bermain di lingkungan yang intimidatif. Pengalaman ini sangat berharga bagi perkembangan mental tim kami," ujar pelatih kepala 76ers, Nick Nurse, dalam konferensi pers pascapertandingan.
Faktor Embiid dan Absennya Tatum
Dinamika seri ini berubah drastis sejak kembalinya sang MVP, Joel Embiid, ke lapangan. Pelatih Boston Celtics, Joe Mazzulla, mengakui bahwa kehadiran Embiid memberikan dimensi permainan yang berbeda bagi Philadelphia.
"Perubahan besar dalam seri ini adalah kembalinya Joel Embiid. Mereka menjadi tim yang sepenuhnya berbeda saat dia berada di sana," kata Mazzulla.
Di sisi lain, Boston harus bermain tanpa bintang utama mereka, Jayson Tatum, yang terpaksa menepi akibat kekakuan pada lutut kirinya.
Absennya Tatum, yang rata-rata mencetak 23,3 poin per pertandingan di babak playoff musim ini, meninggalkan lubang besar di lini serang Celtics.
Jaylen Brown mencoba mengisi kekosongan tersebut dengan raihan 33 poin, namun upaya itu belum cukup untuk membendung momentum Philadelphia.
Jalannya Pertandingan
Philadelphia mengawali laga dengan agresif, memimpin 30-15 di kuarter pertama. Meski Boston sempat memberikan perlawanan sengit dan berbalik unggul tipis 37-36 di kuarter kedua, 76ers mampu menjaga ketenangan untuk menutup babak pertama dengan keunggulan 55-50.
Drama terjadi di kuarter penutup saat Boston memperkecil selisih hingga satu poin menjadi 92-91 melalui rentetan poin 16-4. Namun, Tyrese Maxey menjadi pembeda di menit-menit krusial.
Saat skor menunjukkan 99-98, Maxey mencetak delapan poin berturut-turut untuk mengamankan kemenangan Philadelphia di 15 detik terakhir.
"Secara defensif, itulah pembedanya bagi kami dalam tiga menit terakhir. Kami berhasil memaksa mereka bermain dalam tempo setengah lapangan," tambah Nurse.
Meski harus menerima kenyataan pahit tersingkir di hadapan pendukung sendiri, Mazzulla tetap mengapresiasi upaya anak asuhnya. "Saya menyukai peluang yang kami ciptakan dan proses yang kami jalani, namun saya kecewa dengan hasilnya," pungkasnya.
Philadelphia 76ers kini mengalihkan fokus mereka ke Madison Square Garden untuk menghadapi New York Knicks pada Game 1 yang dijadwalkan berlangsung hari Senin mendatang.










