TVRINews – Manchester. Inggris
Manchester United tampil dominan dan mengawali perjalanan di Liga Champions dengan tiga poin.
Manchester United mengawali perjalanan mereka di Liga Champions 2026/2027 dengan kemenangan meyakinkan. Bermain di Old Trafford, Kamis 10 September 2026, Setan Merah menundukkan Sabah dari Azerbaijan dengan skor 4-0.
Kemenangan tersebut menjadi penanda kembalinya Manchester United ke kompetisi elite Eropa setelah absen selama tiga musim. Empat gol United dicetak oleh Matheus Cunha, Bruno Fernandes, Benjamin Sesko, dan Lisandro Martinez.
United tidak langsung tampil dominan pada awal pertandingan. Sabah mampu memberikan tekanan dan beberapa kali mencoba membangun serangan dari sisi lapangan.
Namun, tekanan tersebut mulai mereda setelah United membuka keunggulan pada menit ke-27. Patrick Dorgu mengirim umpan mendatar ke area berbahaya yang kemudian diselesaikan Matheus Cunha untuk mengubah skor menjadi 1-0.
Gol tersebut membuat permainan United berkembang. Bruno Fernandes kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-43 setelah sebuah rangkaian operan berhasil membongkar pertahanan Sabah.
Tidak lama berselang, Benjamin Sesko memperlebar jarak. Penyerang asal Slovenia itu menerima umpan terobosan, melewati penjaga gawang, lalu menuntaskan peluang dari sudut sempit menjelang babak pertama berakhir.
United memasuki turun minum dengan keunggulan tiga gol. Memasuki babak kedua, tempo permainan cenderung menurun. United lebih banyak mengontrol jalannya pertandingan sambil tetap mencari peluang tambahan.
Cunha hampir mencetak gol keduanya ketika tendangan melengkungnya dari luar kotak penalti masih mampu diamankan kiper Sabah. Fernandes juga memiliki peluang melalui situasi serupa, tetapi belum menghasilkan gol.
Gol keempat akhirnya tercipta pada menit ke-68. Lisandro Martinez berada di posisi yang tepat setelah terjadi kemelut di depan gawang Sabah menyusul situasi sepak pojok. Bek asal Argentina itu kemudian menyelesaikan bola dari jarak dekat.
Menurut catatan pertandingan, empat pencetak gol United berbeda menunjukkan kontribusi yang merata di lini serang. Dorgu juga menjadi salah satu pemain penting setelah memberikan assist untuk gol pembuka.
Sabah Sempat Mengancam
Meski kalah dengan margin besar, Sabah bukan tanpa peluang. Salah satu kesempatan terbaik mereka hadir ketika Kaheem Parris berhasil masuk ke area pertahanan United dan mengirimkan umpan silang kepada Joy-Lance Mickels.
Mickels mendapat ruang untuk menyundul bola, tetapi peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol. Momen itu menjadi salah satu kesempatan yang dapat mengubah jalannya pertandingan jika berhasil dimanfaatkan.
Pada penghujung pertandingan, Sabah kembali memperoleh peluang melalui tembakan mendatar. Namun, bola masih melebar dari sasaran.
United pada akhirnya mampu mempertahankan gawangnya tanpa kebobolan hingga peluit panjang.
Carrick Manfaatkan Kedalaman Skuad
Keunggulan besar membuat Michael Carrick memiliki ruang untuk melakukan rotasi. United menggunakan seluruh pergantian pemain yang tersedia ketika pertandingan memasuki fase akhir.
Langkah tersebut menjadi penting mengingat United sudah harus menghadapi pertandingan besar berikutnya, yakni derby Manchester.
Kembalinya United ke Liga Champions juga menjadi catatan penting dalam perjalanan klub. UEFA mencatat pertandingan melawan Sabah sebagai laga pertama United di kompetisi tersebut setelah tiga musim. Ini merupakan penampilan ke-26 United di Liga Champions, sekaligus menjadi rekor bagi klub Inggris.
Kemenangan atas Sabah memberikan tiga poin pertama bagi United pada fase liga. Namun, hasil tersebut belum sepenuhnya menghapus pertanyaan mengenai konsistensi tim di kompetisi domestik.
Sebelum pertandingan Liga Champions ini, United baru mengumpulkan empat poin dari tiga laga Premier League. Mereka juga datang ke pertandingan melawan Sabah setelah bermain imbang 2-2 melawan Everton pada akhir pekan lalu.
Kemenangan besar di Old Trafford menjadi modal positif, tetapi ujian berikutnya akan jauh lebih berat.
United kini harus mengalihkan perhatian ke derby Manchester. Pertandingan tersebut akan menjadi kesempatan bagi Carrick untuk melihat apakah performa positif di Eropa dapat berlanjut ketika menghadapi lawan dengan tekanan dan kualitas yang lebih tinggi.










