TVRINews, Aichi
Timnas basket putra Indonesia harus mengakui keunggulan tuan rumah Jepang dalam laga Grup A nomor 5x5 pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Namun, sebelum pertandingan, skuad Merah Putih lebih dulu mengalami kendala transportasi menuju venue.
Berlaga di Aichi International Arena, Kamis, 10 September 2026, Indonesia takluk dari Jepang dengan skor 53-98.
Managing Director Badan Tim Nasional (BTN) Perbasi Jeremy Imanuel Santoso mengungkapkan, bus yang seharusnya membawa Timnas Basket Putra 5x5 dari athlete village menuju venue mengalami keterlambatan selama 41 menit.
“Sebelum pertandingan sore ini melawan tuan rumah Jepang, kami dari tim bola basket putra 5On5 memberikan informasi bahwa bus yang seharusnya berangkatkan kami ke venue mengalami ketelatan tanpa informasi selama 41 menit,” ujar Jeremy dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Kamis, 10 September 2026.
Menurutnya, keterlambatan tersebut terjadi pada hari pertandingan ketika tim akan menghadapi tuan rumah Jepang. Ia pun menyayangkan kejadian tersebut.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini bisa terjadi di hari pertandingan dan di saat kita menuju venue melawan tuan rumah,” ucap Jeremy.
Jeremy mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan panitia lokal di athlete village untuk mengetahui penyebab keterlambatan. Namun, tidak ada jawaban pasti mengenai alasan bus yang menjemput kontingen Indonesia terlambat.
“Setelah kita berkomunikasi dengan panitia lokal di athlete village, tampak tidak ada satupun panitia lokal yang dapat memberikan jawaban pasti kenapa bus menjemput kontingen Indonesia alami keterlambatan selama 41 menit,” kata Jeremy.
Selama menunggu bus, para atlet berada di area halte dengan fasilitas yang terbatas. Kondisi tersebut juga berlangsung ketika hujan gerimis.
“Seperti kita ketahui, menunggu di bawah halte dengan fasilitas yang seadanya, kursi yang seadanya, tenda di luar hujan gerimis, atlet kita harus menunggu 41 menit,” tutur Jeremy
Jeremy menegaskan persoalan tersebut telah dikomunikasikan kepada Chef de Mission (CdM) Todotua Pasaribu dan Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia). Tim Indonesia juga akan menyampaikan laporan resmi untuk dibahas dalam rapat CdM.
“Kita sangat menyayangkan dan kita sudah komunikasikan ini ke pihak CdM dan NOC dan akan memberikan laporan resmi untuk dibahas di CdM meeting di kemudian hari,” ujar Jeremy.
Jeremy menegaskan fokus Timnas Basket Putra Indonesia tetap pada pertandingan. Namun, ia menyayangkan kendala transportasi tersebut terjadi ketika tim akan menjalani laga perdana menghadapi tuan rumah.
“Fokus kami saat ini bertanding dan kami sangat sayangkan bahwa tuan rumah Jepang tidak bisa persiapkan hal-hal mendasar yang seharusnya sudah tidak menjadi masalah. Apalagi kita tahu, bagaimana sifat dasar atau kebiasaan orang Jepang terkait waktu, ketepatan waktu dan bagaimana mereka anti telat seperti yang kita mungkin pernah alami atau baca di sosial media,” ucap Jeremy.
Setelah menghadapi Jepang, Indonesia dijadwalkan melanjutkan perjuangannya di Grup A dengan menghadapi Korea Selatan pada Jumat, 11 September 2026, sebelum bertemu Arab Saudi pada Sabtu, 12 September 2026.










