TVRINews, Jakarta
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memproyeksikan Indonesia dapat meraih empat medali emas pada Asian Games 2026. Bulu tangkis, angkat besi, dan panjat tebing menjadi cabang olahraga yang diharapkan menjadi tumpuan utama perolehan medali emas.
Erick mengatakan pemerintah telah memperkuat persiapan atlet melalui dukungan anggaran pemusatan latihan nasional (pelatnas). Untuk pelatnas Asian Games 2026, anggaran yang semula Rp127 miliar mendapat tambahan Rp95 miliar sehingga meningkat menjadi Rp222 miliar.
Anggaran tersebut khusus digunakan untuk kebutuhan pelatnas dan belum termasuk Rp61 miliar yang disiapkan untuk pengiriman kontingen Indonesia ke Asian Games 2026.
"Kita minta atlet dan cabor berjibaku mempersiapkan target medali empat emas, dari bulutangkis, angkat besi, dan panjat tebing. Kemudian ada cabang olahraga lain yang berpotensi meraih perak, siapa tahu bisa menjadi emas," kata Erick di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Menurut Erick, tambahan anggaran tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap persiapan atlet dan cabang olahraga yang akan berlaga. Pemerintah juga meminta setiap cabang olahraga memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mematangkan persiapan menghadapi kompetisi.
"Sudah final karena tinggal satu bulan (Asian Games 2026). Jadi, persiapan cabang olahraga yang selama ini mungkin sudah berjalan tetapi masih ragu-ragu, kembali kami bantu," ujar Erick.
Erick menegaskan peningkatan anggaran pelatnas harus diikuti dengan penggunaan yang transparan dan bertanggung jawab. Ia meminta atlet maupun cabang olahraga melaporkan apabila terdapat pemotongan anggaran yang seharusnya diterima.
"Kita tak boleh menyalahgunakan. Kalau para atlet disunat (anggarannya), lapor kita. Nanti kita lapor ke BPKP atau ke BPK. Kita harus tuntaskan hal korupsi. Kita harus bersih dan perlindungan atlet jadi yang utama," ucap Erick.
Selain mengejar target Asian Games 2026, Erick mengatakan pemerintah mulai menerapkan pola pembinaan jangka panjang melalui dukungan anggaran multiyears untuk pelatnas.
Menurutnya, pembinaan atlet membutuhkan persiapan sejak jauh hari, termasuk untuk menghadapi Olimpiade 2032.
"Kami senang diskusi yang dilakukan bersama Presiden di Hambalang mengenai membangun olahraga harus didukung dengan anggaran multiyears pelatnas. Persiapan atlet itu harus tahunan, bahkan untuk Olimpiade 2032 mestinya harus dilakukan hari ini. Negara lain sudah melakukan," tutur Erick.










